SABANA KABA, Tanah Datar—Majunya Alex Saputra anak nagari Padang Laweh Kecamatan Sungai Tarab terselip harapan baru bagi masyarakat Padang Panjang dan Tanah Datar, kenapa tidak, figur yang selama ini dekat dengan masyarakat dan terkesan punya jiwa sosial cukup tinggi, kedepan bakal jadi wakil rakyat kedua daerah.
BACA JUGA : Buka Usaha Penggemukan Sapi, Bumnag Tigo Sarumpun Hasilkan Rp.5,7 Juta untuk Nagari
“Sebenarnya saya tidak punya ambisi untuk maju di dunia politik ini dan ingin berkonsentrasi di bidang usaha yang ada sekarang, tetapi dunsanak ambo di Padang Panjang dan Tanah Datar berkeinginan juga untuk memperjuangkan aspirasinya di tingkat Sumbar,” kata Alex Saputra ketika berbincang-bincang dengan sejumlah awak media .Tanah Datar di salah satu cafe di Batusangkar, Kamis (13/07/2023).
Bila diamati apa yang disampaikan Alex, demikian orang sering memanggil, ada benarnya juga, mengingat bila dilihat dari segi finansial termasuk berkecukupan, meskipun ia dilahirkan ditengah-tengah keluarga yang kurang beruntung.
“Mungkin kawan-kawan wartawan tidak percaya, jika semasa kecil saya berjualan goreng dan membantu orang ke sawah. Namun kenyataan itu membuat saya semakin yakin untuk berpikir secara dewasa dalam menuju kemandirian,” tutur Alex Saputra didampingi kerabat dekatnya Rahmat.
Sebetulnya apa yang mendorong Alex Saputra untuk maju ke DPRD Sumbar melalui Partai PAN, bukankah usaha proferti dengan nama Perumahan Capella Padang dan Grand Azizi di Padang Panjang sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan harian.
“Kita mengakui perjuangan kawan-kawan selama ini di DPRD Sumbar cukup bagus, namun ketika kita berada ditengah-tengah masyarakat masih ada aspirasi yang belum terpenuhi. Kesemuanya itu memerlukan perjuangan dan kebersamaan,” tambah Alex yang enggan merinci aspirasi apa saja dimaksud, karena takut menyinggung politisi terdahulu.
Ia juga berharap kepada awak media untuk memberikan sumbangan pemikiran, demi kepentingan daerah kedepan. Ia mengakui, tidak ada yang lebih dari seorang Alex Saputra, namun melalui diskusi-diskusi semacam ini banyak manfaat yang bisa dipetik di dalamnya.
Alex Saputra juga menyebut tentang regulasi yang perlu disempurnakan, terutama menyangkut adat, budaya dan agama. Kita cukup prihatin, masih banyak ditemukan kasus-kasus yang menimpa anggota masyarakat, seperti pelecehan seksual, narkoba dan lain-lain yang dirasa perlu membuat aturan yang lebih jelas.
Pemilik kuda pacuan Grand Azizi ini juga berbicara tentang perekonomian masyarakat yang perlu mendapat perhatian bersama, baik yang bergerak di sektor pertanian, perdagangan maupun dalam bentuk UMKM lainnya (WD)






























