Jonnedi Kompol : Silpa Tinggi Lantaran Tak Diberdayakan Perangkat Nagari

0
385

Sabana Kaba, Tanah Datar—Legislator DPRD Tanah Datar Kompol (Purn) Jonnedi, SE,MM yang lebih populer dengan sebutan Jonnedi Kompol berpendapat, tingginya Silpa atau Sisa lebih pembiayaan anggaran tidak terlepas dari kurang diberdayakannya perangkat nagari untuk melaksanakan program atau kegiatan.

Hal tersebut dikemukakan Jonnedi, ketika menjawab pertanyaan sabanakaba.com seputar tingginya Silpa pada pelaksanaan anggaran Nagari Atar Kecamatan Padang Ganting tahun anggaran 2018, seperti dilaporkan Wali Nagari Atar Halyu Pardi pada Musrenbang Nagari setempat, di Masji Taqwa Jorong Taratak XII Atar, Selasa (29/1).

Wali Nagari Atar Halyu sebelumnya melaporkan, dana yang tersedia untuk Nagari Atar tahun anggaran 2018 sebesar Rp.3,48 Milyar lebih, sementara Silpa sebesar Rp. 1,24 Milyar atau sekitar sepertiga dari dana yang ada tidak bisa dicairkan.

Menurut Halyu Pardi, salah satu penyebabnya berupa rendahnya SDM (Sumber Daya Manusia) perangkat nagari dalam melaksanakan kegiatan atau program yang ada serta terlambatnya aturan teknis dalam pelaksanaan anggaran.

Menyikapi hal ini, Jonnedi mengatakan, pihak nagari perlu merencanakan pelatihan bagi Perangkat Nagari, terutama yang menyangkut dengan penggunaan anggaran, sehingga kedepan tidak ada lagi alasan bagi nagari tak bisa mencairkan dana lantaran Perangkat Nagari SDM nya rendah.

Kemudian yang lebih penting, kata Jonnedi Kompol, Wali Nagari dan pihak terkait dalam perencanaan pembangunan perlu lebih jeli lagi dalam perencanaan suatu program atau kegiatan. Perencanaan yang tidak matang, akan menyulitkan dalam pelaksanaan anggaran kedepan.

“Kadang-kadang pihak nagari, sudah jelas kegiatan itu tidak bisa dilaksanakan, mungkin tanah tidak tersedia atau hambatan yang lainnnya, masih saja dimasukkan dalam perencanaan, sehingga tak bisa dilaksanakan,” tutur Jonnedi.

Berkaitan dengan masalah SDM Perangkat Nagari, Wali Nagari Halyu Pardi mengatakan, sebelumnya kita memiliki Perangkat Nagari dan Sekretaris Nagari yang handal untuk melaksanakan pembangunan, tetapi karena ada kebijaksanaan dari Pemkab Tanah Datar menyangkut dengan PNS, maka kami kehilangan tenaga handalan.

Ia menjelaskan, sebelumnya Nagari Atar memiliki Sekretaris Nagari PNS Zainir yang sudah berpengalaman dalam Pemerintahan Nagari, tetapi sejak beberapa bulan lalu ia dimutasikan ke Kantor Camat, sehingga nagari kehilangan seorang tenaga andalan, baik dalam bentuk adiministrasi maupun teknis.

“Selanjutnya, Kaur Pembangunan juga mengundurkan diri dari jabatan, karena mencalonkan diri sebagai Caleg salah satu Partai peserta Pemilu 2019,” kata Wali Nagari mengakhiri keterangannya.(RAW/WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here