Rabu, 28/1, pagi satu jam perjalanan kami ke kota Yogyakarta. Dengan merental bus pariwisata selama 2 hari kami mengunjungi beberapa destinasi wisata seperti Parangtritis, Obelix Sea View dan tentunya ikon keramaian kota gudeg Malioboro, shoping ke Bringharjo dan menjajal kuliner Jawa di beberapa cafe dan restoran.
Ada kesepakatan sebelum berangkat dari Depok, dimana dan kapan pun selama perjalanan tidak akan pernah mampir ke restoran Padang, untuk apa jauh-jauh ke Jawa kalau yang dinikmati masakan Padang.
Pusat penjualan oleh-oleh disasar mulai dari makanan khas jogja seperti bakpia dan souvenir lainnya. Untuk shoping busana/konveksi lebih banyak menghabiskan waktu di Bringharjo yang didominasi batik khas Jogja. Dibandingkan PGS di Solo batik di Bringharjo lebih berkualitas dan lebih murah.
Karena sore itu mau kembali ke Jabodetabek, Rabu pagi itu diskusi lagi untuk opsi moda transportasi. Karena banyak yang menginginkan kereta api, apalagi PT. KAI memberikan diskon (potomgan harga) 20% bagi penumpang lanjut usia maka langsung pesan kolektif tiket kereta api eksekutif.
Harga tiket kereta api eksekutif (kereta tambahan) berangkat sore Rp. 475.000 dan separuh dari jumlah rombongan adalah lansia usia di atas 60 tahun namun di bawah 70 tahun. Bandingkan dengan tiket bus yang hanya Rp. 250.000.
Berangkat dari stasiun Tugu Yogyakarta Rabu sore pukul 18.20 wib, gerbong kereta tambahan yang kami naiki meski kereta eksekutif tidak terisi penuh, ruangan gerbong itu terlihat bersih dan rapi dengan seat 2-2 yang lempang dan tersedia legres kaki ada selimut dan toilet yang memadai.(Bersambung)






























