Laporan : Maizar Rangkuty
Sudah menjadi kesepakatan, tanggal 22 Januari – 1 Februari 2026 saya bersama keluarga dan kerabat dalam giat family ghatering mengadakan perjalanan ke Pulau Jawa (sebatas Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta). Dari Bandara Internasional Minangkabau saya bersama Nasrul, Herman, Maiyandri, Darwelis, Darmiati dan Darminas naik pesawat ke Bandara Soekarno-Hatta.
Stay selama 3 hari di Depok sekalian menghadiri resepsi pernikahan Disca (putri Herman-Darmiati) dengan Galih di Ferfest Universitas Indonesia. Usai pesta, Minggu 25 Januari 2026 rombongan dari Padang bergabung dengan rombongan Jabodetabek terdiri dari Aprizal, Aben, Irawaty, Yoga, Inggrid dan Qutbie untuk selanjutnya menjajal perjalanan darat menuju Solo Jateng.
Sebelum berangkat sempat terjadi diskusi diantara anggota rombongan perihal moda transportasi darat ke Solo, sebagian menginginkan naik bus AKAP tapi banyak yang penasaran ingin naik kereta api. Menanggapi diskusi itu, Inggrid yang sudah biasa bolak-balik Jakarta-Solo dengan pengalaman naik bus dan kereta api akhirnya diputuskan rombongan menggunakan bus karena lebih nyaman dan lebih hemat dibandingkan kereta api kendati kereta api menawarkan perjalanan tepat waktu dan ruang kabin yang luas.
Saat saya coba buka aplikasi akun penjualan tiket online, ternyata memang jauh lebih hemat tiket bus dibandingkan tiket kereta api. Tiket bus eksekutif ke Solo hanya Rp. 260.000, bandingkan dengan tiket kereta api eksekutif paling rendah Rp. 650.000. Bus yang kami tumpangi dengan cat merah menyediakan fasilitas toilet, seat legres, selimut, air mineral, kopi, snack dan voucher 1 kali makan.
Bus tronton dengan driver handal itu menjajal jalan dengan waktu tempuh kurang dari 9 jam dari terminal Jatijajar Depok ke Surakarta.Dua hari 2 malam di Surakarta, tidak banyak mengunjungi destinasi wisata karena lebih banyak menghabiskan waktu di pusat kuliner mencicipi kuliner khas Solo dan shoping di Pusat Grosir Solo (PGS).
Namun pusat grosir yang terkenal dengan pemasaran batik Solo itu terlihat sepi.Banyak toko yang tutup dan sebagian pemilik toko sambil melayani pembeli malah sibuk berkemas mengosongkan isi toko mereka. Menurut keterangan beberapa pemilik toko PGS akan direnovasi dalam waktu dekat.
SELANJUTNYA HAL.2






























