Dihadiri Anggota DPRD Zuldafri Dharma, Wali Nagari Wahyudi Asri Buka Musrenbang Labuah

0
50

SABANA KABA, Tanah Datar—Wali Nagari Labuah Kecamatan Lima Kaum Wahyudi Asri, S.Pd membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan) Nagari Labuah di Aula Kantor Wali setempat, Selasa (15/09/2026), dalam rangkaian penetapan dan penyerahan RKP tahun 2027 dan DU RKP tahun 2028 kepada pihak terkait.

Dihadapan Anggota DPRD Sumbar H.Zuldafri Dharma, Camat Lima Kaum Beni Oriza, Babimkamtibmas, Babinsa, Kepala UPT, Ketua BPRN, Ketua KAN dan undangan lainnya, Wali Nagari Wahyudi Asri mengatakan, berkat perjuangan “Mamak Kito Zuldafri Dharma” Alhamdulillah saluran air dipinggir jalan sudah banyak yang diperbaiki.

“Namun demikian, selesai masalah salursn air muncul lagi masalah baru, polongan sering tersumbat, terutama ketika musim hujan. Khusus masalah ini tentu tidak perlukan kita kadukan kepada Anggota DPRD Sumbar ini, cukuplah kita saja yang mengatasi,” ujar Wahyudi Asri.

Terkait masalah polongan yang sering tersumbat ini, wali nagari mengajak warganya untuk membangkitkan kembali semangat goro ditengah-tengah masyarakat. Bila dikerjakan secara bersama-sama, semua terasa ringan dan menghasilkan kondisi lingkungan lebih baik.

“Semua kita paham mana yang tanggung jawab pemerintah untuk membenahinya dan mana pula yang tanggung jawab masyarakat untuk melakukan goro, minimal secara pribadi tanpa diminta kita bersihkan sampah- sampah yang mengganggu saluran air,” tambahnya.

Sementara Anggota DPD Sumbar H.Zuldafri Dharma, SH dalam kesempatsn itu menghimbau masyarakat Labuah untuk tetap memberikan yang terbaik untuk nagari. Kekurangan dana akibat efisiensi, mari kita imbangi dengan memupuk rasa kebersamaan, kita memang harus mencintai nagari kita, kesemuanya itu hanya bisa terujud kalau rasa kebersamaan kita tetap tinggi.

BACA JUGA : Wali Nagari Koto Tangah Beni Hasbullah, SE: Pengadaan Ambulance dan Air Bersih Kebutuhan Medesak

“Jangan sampai untuk membenahi polongan saja harus melimpahkan tanggungjawabnya kepada Dinas PUPR dan Pertanahan. Apalagi, kebisaan buruk ini diwariskan kepada generasi muda, setelah didalam kubur bapak dan ibuk tetap akan tersiksa dibuatnya,” tutup Zuldafri Dharma.(WD)