SABANA KABA, Tanah Datar—Pemnag ( Pemerintah Nagari) Padang Gantiang Kecamatan Padang Ganting menggelar pelatihan Daur Ulang Sampah menjadi Magot, terutama dalam mendukung program Presiden RI dalam bentuk Ketahanan Pangan serta program Pemkab Tanah Datar terkait persampahan.
Wali Nagari Padang Gantiang Harmansyah ketika dihubungi www.sabanakaba.com via Ponsel, Jum’at (31/10/2025) membenarkan, jika pihaknya sedang melaksanakan pelatihan Daur Ulang Sampah menjadi Magot yang dibuka secara resmi Camat Padang Ganting Afrizal Bakri, S.Pd, M.Pd di aula kantor wali nagari setempat, Selasa (28/10/2025).
Wali Nagari Harmansyah menjelaskan, pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta dari 4 jorong yang ada di Nagari Padang Gantiang, berlangsung selama 5 hari dari tanggal 28 Oktober s/d 1 Nopember 2025. Hari pertama diadakan teori pelatihan teknis di aula kantor wali nagari, kemudian hari kedua praktek di Jorong Rajo Dani, berikutnya Jorong Koto Gadang, Jorong Koto Alam dan Jorong Koto Gadang Hilia.
“Pelatihan dengan narasumber Romi Andika, S.Pt.M.Pt merupakan putra nagari Padang Gantiang ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan sampah kedepan serta dapat mendukung Program Presiden RI dalam bentuk Ketahan Pangan,” ujar Harmansyah.
Wali Nagari Harmansyah melanjutkan, ketika masyarakat pada 4 jorong di Padang Gantiang sudah mampu mengolah sampah menjadi Magot, maka Magot ini dapat dimanfaatkan untuk makanan itik, makanan ayam dan makanan ikan.
Ketika komoditi tersebut sangat diperlukan sekali dalam mendukung penyediaan lauk- pauk Makanan Bergizi Gratis atau lebih populer dengan sebutan MBG. Pada sisi lain juga membantu Program Pemkab Tsnah Datar terkait penanggulangan sampah.
BACA JUGA : Lewat Pengajian Bulanan, Menteri Nusron Ajak Jajaran Meraih Berkah dan Menambah Ilmu Agama
Ia menyebut, Camat Padang Ganting Afrizal Bakri dalsm kesempatan tetsebut sangat berterima kasih sekali diadakan Pelatihan Daur Ulang Sampah menjadi Magot, mengingat jelas sangat bermanfaat bagi masyarakat Nagari Padang Gantiang, baik dari kesehatan maupun dari pendapatan para peterbak ayam, itik dan ikan.(WD)






























