Melalui buku wartawan mesin tik ini saya menyampaikan ucapan terima kasih saya yang sebesar besarnya kepada para senior dan rekan rekan sejawat yang terus membimbing saya sampai saat ini, meski sebahagian dari mereka telah mendahului kita semua, karena tanpa bimbingan para senior saya tidak akan bisa seperti saat sekarang ini.
Ucapan terima kasih saya kepada Bapak Sutan Syahril Amga yang sudah menfasilitasi saya jadi wartawan, buat bapak M. Syukur yang sudah membimbing saya di Semangat, Bapak Mustafa Akmal yang dulu melarang saya pakai celana jeans, dan bapak Hendri Doenan yang selalu mengalah untuk para yuniornya di Semangat.
Kepada panutan saya Alm Zulfikar Gatot, orang tua saya yang selalu mengingatkan dan memberi banyak nasehat, bersama dengan bapak Syukril Syukur dan Imral Mansur serta jajaran KMD Haluan, Bapak Marwan SE, wartawan yang jadi senior dan guru saya di organisasi kepemudaan, Bapak Syafran Tansa (FT), Bapak Syafrinal, Bapak Irwan Darwis, Bapak Rustam Rasyid lintau, bapak Alm. Emrizal.
Dan yang paling penting ucapan terima kasih kepada Destia Sastra, Konco Arek Lawan Barek saya, Untuk Uni Prof Silfia Hanani, yang menjadi Motivator saya untuk belajar lebih giat lagi, dan yang paling tidak boleh dilupakan bapak Wirmas Darwis yang selalu ada sampai saat ini untuk karir saya,
Terima Kasih Teruntuk Bapak Maizar Rangkuti tokoh panutan saya dan Mr. Keep ( Tibb ) nama yang menyelamatkan wartawan Tanah Datar pada saat kejadian amuk warga di Gunung Tanjung Alam yang selalu membimbing saya, serta Alm Nazar Tanjung, Alm Nazirwaan Maani, Alm Nusyirwan DN.
Buat pegawai Humas Tanah Datar Bapak Alfian Jamrah yang selalu siap membantu saya termasuk baju AMPI nya, buat Uda Desrizal, Da Efrison, Da Mendriadi, yang selalu siap memberikan data fhoto dan release beritanya.
Kemudian buat rekan rekan saya, Saudara Masriwal yang selalu berebut kolom profil disemangat, buat Alm Yus Erlinda yang selalu jadi mitra, Buat Alm Azwarman Rifai yang jadi guru sekaligus teman seangkatan, buat Rafinos yang saat ini tetap eksis ( semua ini produk Pelatihan Pemuda Pancasila).
Selanjutnya, Buat Uwan Yusnaldi, Da Yuldaveri, Elfiardy Fhy, Martias, Syafrinal IAIN yang selalu berkompentisi menjadi penulis berita pertama, meski pernah kita diserang warga akibat penulisan berita di Mimbar Minang pada saat musibah Merapi 1999.Dan terima kasih juga bang Kasdirai yang saat ini selalu bersama saya, untuk mama Fina, Uni Mit, Uni Mis yang mungkin tidak sempat bertemu saya pada saat liputan yang lalu.
Yang jelas untuk semua senior dan rekan rekan, bahwa tanpa bimbingan dan arahan bapak ibuk semua, hari ini saya mungkin tidak akan bisa melalukan pencapaian yang luar biasa seperti yang saya jalani hari ini, terima kasih semoga hubungan silaturahmi ini tidak pernah terputus dan apa yang telah kita lakukan dalam menjadi sejarah tersendiri dalam dunia pers.(Bersambung)






























