KKD Rendah, Balon Bupati Belum Punya Gagasan Subtansif

0
1024

Sabana Kaba, Tanah Datar—Balon (Bakal Calon) Bupati maupun Wakil Bupati Tanah Datar yang meramaikan media massa akhir-akhir ini ternyata belum memiliki atau mempunyai gagasan subtansif (mendasar), pada hal Luhak Nan Tuo hingga saat ini masih dihadapkan dengan rendahnya Kemampuan Keuangan Daerah (KKD).

“Sampai kini kita belum mendengar gagasan substansif dari para Balon, sementara salah satu persoalan pokok Tanah Datar adalah terkait dengan rendahnya Kemampun Keuangan Daerah,” kata Pengamat Politik Basrizal Dt. Penghulu Basa ketika menjawab pertanyaan media ini seputar pandangannya terhadap Balon Bupati Tanah Datar, Minggu (15/12).

Dikatakan, Ketika KKD kita rendah, bagaimana kita menjalankan roda pemerintahan yang baik, bagaimana kita bisa membangun dan bagaimana kita membina sosial kemasyarakatan, karena kesemuanya itu membutuhkan dana yang cukup besar.

“Seperti diketahui, kita mengalami defisit anggaran yang cukup besar dan gagal ditutup setiap tahunnya, akhirnya muncul pembohongan publik, tertera di APBD tapi tidak bisa dilaksanakan seperti Kasus BKBK atau Bantuan Keuangan Bersifat Khusus yang lebih dikenal dengan Dana Pokok Pikiran Anggota DPRD,” kata Basrizal menambahkan.

Lebih jauh dikemukakan, Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah red.) merupakan instrumen demokrasi modern, dimana pemilih akan memilih berdasarkan pertimbangan meritokrasi (kepantasan). Harus jelas kompetensinya, jejak rekamnya dan integritasnya serta diyakini keberpihakannya kepada masyarakat.

Berdasarkan pengamatan Basrizal, ada juga Balon yang muncul nampaknya cukup memaksakan diri, karena berbagai keterbatasan kondisi. Kita percaya akan rasionalitas masyarakat, artinya, akal sehat masyarakat tentu sulit untuk dikalahkan, sehingga Pilkada kita percayai sebagai sarana untuk memenangkan akal sehat.

Ia berharap, para balon harus melakukan pendekatan yang rasional dengan dukungan akal budi. Masyarakat jangan lagi digiring dengan pendekatan asal usul, pendekatan emosional sentimentil, karena ini hanya akan berakhir dengan frustasi, kejengkelan ditengah masyarakat- sebagaimana pengalaman selama ini.

Basrizal mengakui, sebahagian mereka sudah cukup dikenal, bahkan sangat dikenal dan sebagian yang lain merupakan wajah baru yang tentunya asing bagi sebagian besar masyarakat Tanah Datar. Terhadap wajah-wajah baru ini kita tak boleh apriori dan kita beri mereka kesempatan untuk memperkenalkan diri serta visi dan missinya jika terpilih nantinya sebagai Cabup atau Cawabup.

“Secara kuantitas kita gembira saat melihat banyaknya tokoh Tanah Datar baik yg tinggal diranah Luhak Nan Tuo maupun dirantau yang menyatakan minatnya untuk jadi Bupati atau Wakil Bupati Tanah Datar. Melalui berbagai media memperkenalkan diri, berusaha untuk disukai dan akhirnya berharap nantinya akan dipilih,” tutup Basrizal.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here