Rafdi M. Syarif : Biasalah, Dinamika Internal dan Adakalanya Mundur Itu Bijak

0
598

Sabana Kaba, Padang Panjang—Pengunduran diri Ketua DPC Gerindra Padang Panjang, Rafdy M Syarif Partai menambah panjang tanda tanya pada kader partai yang dipimpin Ketua Umum Prabowo, meskipun dalam suatu maju dan mundur itu adalah biasa.

BACA JUGA : Pungli di Jalan Rusak, Tiga Pemuda Diamankan Polisi di Malam Hari

Kenapa tidak, mundurnya figur yang sebelumnya disebut-sebut akan maju sebagai Balon Bupati Tanah Datar, justru ketika Partai Gerindra merekomendasikan Richi Aprian sebagai Wakil Bupati mendampingi Balon Bupati Eka Putra, dua Ketua DPC masing-masing Ketua DPC Gerindra Tanah Datar dan Ketua DPC Padang Panjang Tafdi M.Syarif mundur dari jabatan.

Ketua DPC Rafdi M. Syarif ketika dihubungi via WA ketika menjawab pertanyaan media ini seputar apa pertimbanganya mundur dari Ketua Gerindra Padang Panjang, bukankah partai Gerinda lagi naik daun di Sumbar, Rafdi menjawab biasalah, dinamika internal dan adakalanya mundur itu bijak.

“Partai ini hanya instrumen pak , tujuannya adalah kesejahteraan masyarakat,” kata Rafdi M. Syarif tanpa memerinci tentang permasalahan internal partai dan hubungannya kesejahteraan masyarakat.

Beberapa orang tokoh masyarakat di Batusangkar mengatakan, mundurnya kedua Ketua DPC dari dua daerah bertetangga ini jelas kurang menguntungkan bagi partai maupun Paslon Eka Putra dalam Pileg maupun Pilkada Tanah Datar kedepan.

“Seharusnya pimpinan partai merapatkan barisan untuk bersama-sama mendukung Paslon Bupati dan Wakil Bupati yang diusung, tetapi ini malah sebaliknya hengkang dari sebagai Ketua DPC,” kata tokoh masyarakat ini menambahkan.

Sekretaris DPC Gerindra Tanah Datar Novitra Kemala ketika ditanyakan apakah mundurnya dua Ketua DPC Tanar Datar dan Padang.Panjang tidak merugikan partai di Pileg mendatang dan Paslon Eka Putra-Richi Aprian di Pulkada Tanah Datar, dengan lugas mengatakan Insya Allah tidak.
Menurutnya, keputusan yang diambil tersebut merupakan seorang kader yang gentleman, terlepas dari lolos tidak lolosnya menjadi calon di Pilkada yang kebijakan ada di tingkat DPP atau DPD.

“Kami cukup berterima kasih kepada kedua pejuang partai yang telah mereka pimpin selama ini,” kata Novitra Kemala mengakhiri keterangannya.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here