Terkait Los Pasar, Sekda Panggil Camat dan Petinggi Nagari Koto Baru

0
501

Sabana Kaba, Tanah Datar—Terkait dengan pemasalahan pembangunan los pasar Nagari Koto Baru Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar  yang belum mendapat persetujuan KAN (Kerapatan Adat Nagari) beberapa waktu lalu, Sekda Tanah Datar Drs.Hardiman memanggil Camat Sungai Tarab Drs.Riswandi dan para Petinggi Nagari Koto Baru.

“Semulanya pertemuan yang melibatkanWali Nagari, Ketua BPRN dan KAN Nagari Koto Baru ini akan diadakan di ruang pertemuan Sekda, tetapi karena kasipnya waktu, bapak Sekda meminjam salah satu ruangan di DPRD Tanah Datar, hari Jum’at 9 September 2018,” kata Wali Nagari Koto Baru Armadi kepada sabanakaba.com di Koto Baru, Rabu (12/9).

Pada dasarnya Sekda Tanah Datar dalam kesempatan tersebut mengajak KAN Koto Baru untuk mendukung pelaksanaan pembangunan los pasar Koto Baru, karena dinilai langkah-langkah yang diambil oleh Pemerintahan Nagari dan mendapat dukungan dari Camat Sungai Tarab sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Saya sudah pelajari permasalahan pembangunan los pasar Koto Baru ini, semuanya sudah sesuai dengan apa yang direncanakan. Lagi pula pembangunan los pasar itu jelas untuk kepentingan masyarakat Koto Baru,” kata Sekda Hardiman seperti ditirukan oleh Wali Nagari Armadi.

Menjawab pertanyaan seputar issu los pasar itu bila sudah selesai dibangun akan dimanfaatkan oleh Wali Nagari untuk berjualan bagi keluarga atau kaum kerabatnya, Armadi mengatakan sebagai tidak mungkin sama sekali.

“Saya dulu mencalonkan diri dalam pemilihan Wali Nagari bukan untuk mengejar keuntungan pribadi atau golongan, tetapi semata-mata untuk membangun bersama masyarakat, mudah-mudahan dengan kebersamaan kesejahteraan masyarakat meningkat,” tutur Armadi.

Ia mengakui, selesai pembangunan los pasar dengan ukuran 15 X 6 Meter ini, memanfaatkan dana ADD (Alokasi Dana Desa) senilai Rp.120,- juta ini akan dilanjutkan dengan pembangunan kantor Wali Nagari pada lantai dua dengan biaya Rp.60,- juta.

“Dana Rp.60,- juta memang belum mampu untuk menyelesaikan pembangunan kantor Wali Nagari, namun karena yang tersedia baru segitu, maka untuk penyelesaiannya akan dilanjutkan dengan mengalokasikan dana ADD tahun berkutnya,” kata Armadi.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here