Ungkap Penyeludupan di Dua TKP, Polisi Amankan Pelaku dan 243.816 Lobster

0
692

Sabana Kaba, Jambi–Polda Jambi mengungkap kasus penyelundupan kasus Benih Lobster, kali ini petugas kepolisian mengagalkan ratusan ribu benih Lobster dan menangkap sejumlah pelaku guna proses hukum selanjutnya.

BACA JUGA : Sempat Resahkan Warga, Tersangka Pengedar Sabu Diamankan Polisi

Kapolda Jambi melalui Dirreskrimsus Kombes Pol Sigit Dany Sutiyono mengatakan, dalam satu malam, jajaran Polda Jambi mengungkap kasus penyelundupan Benih Lobster didua tempat berbeda.

“Dua Tim kemaren ptelah melaksanakan penangkapan benih Lobster dua kali di dua TKP (Tempat Kejadian Perkara red.) yang berbeda,” kata Dirreskrimsus Sigit Dany Sutiyono, Rabu (14/4/2021).

Dijelaskan, pada TKP pertama, dilakukan penangkapan oleh Satreskrim Polresta Jambi, Sekira pukul 23.00 WIB sekitar Traffic Light daerah Simpang pall 10, Kota Jambi.

“Dalam pengungkapan tim satu, mengamankan lima pelaku dan barang bukti Benih Lobster sebanyak 135.000 ekor, dua kendaraan satu mobil Pick Up dan satu mini Bus. Ini jaringan yang kita kembangkan berasal Sumatera Selatan, dan ini merupakan bagian dari jaringan yang selama ini sudah berjalan,” jelasnya.

Untuk tim kedua, kata Dirreskrimsus Polda Jambi, tim mengungkap kasus benih Lobster tersebut adalah TIM Intel Sat Brimob Polda Jambi, melakukan pengungkapan diwilayah jalan cendrawasih, Talang Bakung, Kota Jambi.

“Pada TKP ini salah seorang pelaku digunakan sebagai transit dari perjalan benih lobster ini,” katanya.

Pada tim dua juga berhasil melakukan penangkapan dan penyelamatan benih Lobster berjumlah 108.000 ekor. Barang bukti lain yang bisa diselamatkan satu unit mobil Pick Up dan satu unit mobil mini Bus, dan tersangka yang berhasil diamankan TKP kedua berjumlah empat orang.

“Ternyata pada tim kedua kita menemukan jaringan yang berbeda, yang berasal dari Lampung dan juga merupakan jaringan yang sudah beberapa kali melakukan aktifitas ilegal fishing ini,” tuturnya.

Ia menyebutkan, dari total barang bukti Benih Lobster yang diamankan, baik tim satu maupun tim dua, sebanyak 243.816 ekor dan diperkiraan untuk kerugian hasil dari kalkulasi pihaknya sekitar Rp.25,- Miliar.

“Para pelaku memiliki peran yang berbeda-beda, yakni pengangkutan dan penjualan. Akibat perbuatannya, para pelaku disangkanan pasal 92 undang-undang Perikanan, dengan ancaman pidana 8 tahun dan denda Rp 1.5 miliar,” katanya seperti dikutip dari Tribrata News Jambi.(SK.01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here