Dikunjungi Tim Visitasi Kemenag RI, IAIN Jadi UIN Batusangkar Menunggu Waktu

0
301

Sabana Kaba, Tanah Datar–Tim Visitasi Kementerian Agama Republik Indonesia kunjungi IAIN Batusangkar dalam Asesmen Lapangan Perubahan Bentuk IAIN Batusangkar menjadi UIN Batusangkar, Jum’at (26/3/21), setelah dinyatakan lulus secara administrasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 20 tahun 2020.

BACA JUGA : Nekad Jadi Kurir Shabu, Ibu Rumah Tangga Ini Ditangkap Polisi

Dalam kunjungan tersebut Tim Visitasi Kemenag RI terdiri dari Kepala Biro Hukum Kerjasama Luar Negeri Sekretariat Jenderal Dr. Mudhofir, M.Si, H.M. Adib Abdushomad, M.Ag, M.Ed., Ph.D Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Dir. PTKI. Ibu Lelis Tsuraya, M.Si dan lulu’atun Nasihah, S.Pd JFT Subdit Kelembagaan dan Kerjasama Dir. PTKI.

“Kegiatan visitasi ini adalah dalam bentuk kongkrit dan kesiapan IAIN Batusangkar Menjadi UIN, ini semua adalah proses yang harus kita lalui dalam mewujudkan dunia pandidikan yang handal, karna pendidikan dalah kemajuan kita, untuk Indonesia kedepan dan IAIN Batusangkar harus bersenergi dan melakukan komuniskasi cerdas kesemua Stakeholder, untuk mendukung alih status ini,” ucap Mudhofir.

Sementara itu H.M. Adib Abdushomad, IAIN Batusangkar yang sudah memenuhi PMA No. 20 Th 2020. Artinya IAIN Batusangkar segera kita ajukan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI (MenPAN-RB) dan harapan kita bersama dalam waktu dekat ini akan ada visitasi dari MenPAN-RB secepatnya.

“SDM yang dimiliki IAIN Batusangkar sudah terpanuhi semuanya, yang penting sakali Akreditasi Jurusan/Prodi IAIN Batusangkar hari ini sudah memiliki 7 Akreditasi A, ini artinya sudah layak sekali untuk jadi UIN, “ terang Adib Abdushomad.

Sementara itu Rektor IAIN Batusangkar Dr. Marjoni Imamora, M.Si perubahan UIN Batusangkar adalah cita-cita kiat bersama warga Kabupaten Tanah Datar, terutama warga IAIN Batusangkar seiring dengan perkembangan serta kebutuhan yang begitu cepat sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri.

“Kita harus bisa mengatisipasi dan mengakomodir perubahan serta tuntutan masyarakat dengan tranformasi menjadi UIN Batusangkar,” tambah Rktor Marjoni.

Marjoni melanjutkan, Tranformasi IAIN Batusangkar menjadi UIN perlu dilakukan, yakni Aspek Filosofi keilmuan yang Integrasi dan Interkoneksi, aspek Pragmatis yaitu terjadinya perubahan, tentutan, dan kebutuhan masyarakat dan aspek Filosofi Kearifan Lokal.

Kesemuanya ini merupakan gambaran bangkitnya kembali simbol budaya Minangkabau yakni “Surau” karena Surau peran fungsi sebagi media pendidikan yang mengakomodir keragaman keilmuan dan keterampilan nantinya dan kita wujudkan UIN Batusangkar menjadi “UIN Batusangkar, Kampus Siar Islam Refleksi Surau Minangkabau.

Dalam jamuan Tim Visitasi Kemenag RI, Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan harapan besar agar alih status IAIN Batusangkar menjadi UIN Batusangkar segera terwujud, karena ini akan berpengaruh besar terhadap kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Tanah Datar, bahkan di Sumatera Barat.
“Pemkab Tanah Datar medukung penuh perubahan IAIN Batusangkar menjadi UIN Batusangkar, kita siap bersenergi dengan semua Stakeholder yang kita miliki dalam upaya mewujud harapan bersama tersebut,” tutur Bupati Eka Putra.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here