Kiprah Wartawan Mesin Ketik Tanah Datar (2), Efrison, SE: Kartu PWI Bisa, Karena Terbiasa

0
553

Dengan ilmu yang dimiliki saya bisa mengobati ternak, melakukan inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik kepada ternak dan ilmu lainnya tentang pengembangan ternak.Alhamdulilah, bulan Juli 1994 saya lulus tes menjadi CPNS tanpa ada permainan/ rekayasa, banyak pengalaman menunggu SK sebagai CPNS, bahkan sampai menjemput SK persetujuan pengangkatan ke BAKN di Cicilitan, Jakarta.

Sepember 1994 saya mulai melakukan Orientasi sebagai CPNS di Bagian Organisasi, Bagian Sosial dan Bagian Humas Sekretariat Daerah Tanah Datar. Setelah Orientasi bersama Ibu Desi Rima (sekarang Inspektur), saya menunggu penempatan selanjutnya, yakni di Dinas Peternakan Kabupaten Tanah Datar, untuk menjadi penyuluh, sesuai dengan ilmu yang saya miliki.

Tapi Bapak Bupati Tanah Datar, waktu itu Bapak Ikasuma Hamid, minta saya di Humas saja, walau Kepala Dinas Peternakan Bapak Ir. Erman Maras sudah beberapa kali minta pindah ke Dinas Peternakan, tetap tak diizinkan. Akhirnya saya ditempatkan di Bagian Hubungan Masyarakat, dengan Kepala Bagian Bapak Alfian Jamrah, Dari sinilah berawal pengalaman saya mulai.

Salah satu Tugas Bagian Humas adalah mendampingi Pimpinan ke lapangan, setelah diambil dokumentasi fotonya dan di buatkan release berita untuk di berikan ke Wartawan. Pimpinan yang didampingi kelapangan tak hanya Bupati juga Ketua TP PKK, Sekretaris Daerah, bahkan Ketua DPRD Tanah Datar, Tahun 1994 Ketua DPRD adalah Bapak Bahar Adam Sori, biasa dipanggil Papi.

Dalam Peliputan ke Lapangan Staf Humas satu mobil dengan Bapak, Ibu Bupati atau Ketua DPRD dan Ajudan. Peralatan kerja yang digunakan adalah Camera Analog Yeshica dan mesin ketik. Pengambilan foto memerlukan keahlian khusus, tidak bisa oleh semua orang, seperti saat ini, dulu ada istilah buka lensa, kecepatan, fokus dan pemasangan film.

Didalam ruangan, luar ruangan, malam hari, pagi hari, siang hari, beda buka lensanya. Contohnya kalau Siang hari buka lensa 120 kalau malam 35. Kalau memasang roll film tak tepat, dan lensa kebuka, maka film hangus dan dokumentasi akan gagal. Untuk cetak foto tak bisa dilakukan sendirian, seperti saat ini, tapi harus pergi ke studio foto dengan beberapa proses, seperti cetak negatif (klise).

“Humas, Humas, Humas, ayo berangkat”, teriak Kasril atau Yasid, Ajudan Bupati dengan suara sedikit keras mengajak kelapangan bersama Bapak Bupati. Hal itu rutin di dengar Staf Humas sebelum kelapangan. Dan kami berangkat satu mobil dengan Bapak Bupati/ Ketua DPRD, Ketua TP PKK.

SELANJUTNYA HAL. 3