Kunker ke Jambi, Wartawan Aktif Tergabung dalam Wadah Aswaja (2)

0
421

unitas yang diberi nama Aswaja.

Ketua Aswaja Muaro Jambi Jeki Jeki Santoso membenarkan, jika dalam pelaksanaan tugas jurnalistik tidak bisa dipungkiri ada rekan-rekan yang aktif menulis secara rutin dan ada yang hanya sekedar ngumpul-ngumpul dan minim hasil karya.

“Yah biasala, ada yang nulis ketika akan menerima insentif saja, karena di DPRD Muaro Bungo ada insentif untuk enam berita atau tulisan setahun yang dibayar. Untuk tulisan yang dibayarkan ini sebahagian kawan2 tidak pula hasil karya jurnalistik sendiri, tetapu Covas alias Copy Vaste,” tutur Jeki menambahkan.

Ia menyebut, wartawan yang tergabung dalam Aswaja ini ada sekitar 25 orang dari sekitar 60 orang yang menyebut dirinya wartawan. Dari 25 orang yang tergabung dalam Aswaja ini ada yang berasal dari media cetak harian dan mingguan serta ada juga dari media online dan tv, termasuk anggota PWI Muaro Jambi.

Jeki Santoso tidak terlalu banyak membahas tentang wartawan yang tidak aktif ini, namun ia menyebut wadah yang dipimpinnya tetap akan menjaga kredibilitasnya ditengah-tengah masyarakat dalam menyajikan informasi untuk Pemkab dan masyarakat Muaro Jambi.

Menjawab pertanyaan seputar kesempatan mengikuti studi banding, baik di dalam maupun di luar negeri, Jeki mengatakan sebagai yang diprioritaskan terlebih dahulu adalah wartawan aktif, kecuali yang bersangkutan tidak bisa pergi, mungkin terkait pengurusan pasport atau masalah pribadi lainnya, maka biasanya diganti dengan yang lain.

Berbicara tentang Wartawan Usil, dimama-mana juga ada karena tidak semua insan pers itu baik dan mempunyai kepribadian panutan, tergantung orangnya lah. Yang jelas, sifat teman-teman, heboh melihat teman-teman dapat tetap saja ada, pada hal kita punya aktivitas bagus dalam dunia jurnalistik serta punya wadah, bagi Pemkab Muaro Jambi tetap diberlakukan sama.(Bersambung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here