SABANA KABA, Tanah Datar—Camat Salimpaung Kartoni memediasi dua nagari yang berbeda pendapat tentang tapal batas antara Nagari Lawang Mandahiliang dengan Nagari Tabek Patah, di Gedung Pertemuan Kantor Camat setempat, Kamis (04/06/2026).
Menurut pihak nagari Lawang Mandahiliang, batas antara Tabek Patah dengan Lawang Mandahiliang adalah jembatan, namun menurut pihak dari Tabek Patah bukan jembatan, tetapi sekitar 50 metet ke arah Nagari Lawang Mandahiliang.
Permasalan ini mencuat ke permukaan, setelah adanya rencana Pemerintah Nagari Tabek Patah akan membangun gerbang Selamat Datang di Nagari Tabek Patah di lokasi yang dipermasalahkan pihak nagari Lawang Nandahiliang.
Wali Nagari Tabek Patah Zulkifli mengatakan, kita merencanakan membangun di sini, karena ujung dari tanah nagari Tabek Patah, terutama bahagian sebelah kanan bila datang dari Tabek Patah menuju Lawang Mandahiliang.
Sementara Wali Nagari Lawang Mandahiliang Zulfrman mengatakan, di bawah jalan menuju Tabek Patah adalah tanah warga Nagari Lawang Mandahiliang. Jika dibangun gerbang di lokasi yang direncanakan, kita khawatir ada konplin dari warga di kemudian hari, karena berdasarkan kata pendahulu adalah di jembatan yang ada sekarang.
Camat Kartoni dalam kesempatan tersebut kedua negeri yang bertikai soal tapal batas dapat menyelesiaikannya dengan sebaik mungkin dan menjadi permusuhan bagi kedua nagari, mengingat kedua walaupun berbeda pemerintahan, namun warganya sudah saling bergabung dalam ikatanernikahan.
BACA JUGA : Bisnis Barang Haram Tak Pernah Habis, Tiga Pengedar Lintas Kecamatan Ditangkap Polisi
“Mari kita duduk bersama, dengan saling menghormati serta tidak mengenyampingkan aturan yang berlaku, sehingga rakyat hidup tentram dan damai, pembangunan tetap jalan,” harap Camat Kartoni selaku orang baru du Kecamatan Salimpaung. Usai diskusi dilanjutkan dengan peninjauan lapangan.(WD)































