Selain itu, ratusan warga lainnya tercatat melakukan evakuasi secara mandiri, yakni 300 warga di Dadok Tunggul Hitam, 200 warga di Air Pacah, dan 100 warga di Maransi.
Menanggapi situasi darurat ini, Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K melalui Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sumbar, Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik, memimpin langsung pengerahan kekuatan pasukan ke lapangan. Sebanyak 100 personel diterjunkan untuk mempercepat proses evakuasi warga yang masih terjebak.
“Kami mengerahkan 100 personel SAR Brimob untuk bergerak cepat ke titik-titik krusial guna memastikan keselamatan masyarakat. Prioritas utama kami adalah evakuasi warga yang terjebak, khususnya kelompok rentan seperti lansia, balita, dan warga yang membutuhkan pertolongan medis segera,” ujar Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik di Posko Utama, Jalan DPR Ujung, Air Pacah.
Kombes Pol Lukman menambahkan, seluruh Seluruh personel dilengkapi dengan berbagai perlengkapan SAR, seperti perahu karet, pelampung, helm SAR, tali penyelamatan, alat komunikasi, hingga kendaraan operasional guna mendukung proses evakuasi di lapangan.
Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, mengimbau masyarakat Kota Padang dan sekitarnya agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan banjir, untuk tetap waspada dan senantiasa mengutamakan keselamatan diri serta keluarga. Jika kondisi air terus meninggi, jangan ragu untuk segera berkoordinasi dengan petugas di posko-posko evakuasi terdekat,” tegas Kombes Pol Susmelawati Rosya.
Polda Sumbar bersama instansi terkait mendirikan posko utama penanganan banjir di Jalan DPR Ujung, Air Pacah, guna mempermudah koordinasi evakuasi serta penyaluran bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak.(TBSB/SK.01)






























