Korban Tenggelam, Amiruddin Beberkan Kunci Penyelamatan

0
448

Sabana Kaba, Solok—Berbicara tentang ilmu penyelamatan, ternyata bukan milik BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) atau dokter semata, tetapi masih ada sosok masyarakat yang punya ilmu berdasarkan pengalaman hidup. Ilmu yang dimilikinya kadang-kadang kontraversi dengan ilmu yang lainnya.

Orang menyebutnya Amiruddin (90 tahun) warga Joron Biteh Nagari Kacang Kecamatan Xo Koto Singkarak Kabupaten Solok. Sebahagian besar hidupnya dihabiskan di tepi danau sebagai nelayan disamping mengolah areal pertanian yang ada.

Sebagai nelayan penangkap ikan bilih, turiak dan balingkah, Amiruddin memang bergelut dengan biduak (sampan) setiap hari, karena itulah sarana yang digunakan untuk mengarungi danau Singkarak guna merentang pukat.

“Menekuni pekerjaan sebagai penangkap ikan bilih memang penuh dengan suka duka, jika nasib lagi mujur yah banyak ikan didapat, tapi kalau lagi kurang beruntung jangankan untuk dijual untuk disambal saja tidak cukup,” kata Amiruddin kepada sabanakaba.com ketika ditemui di Biteh Kacang, Senin (27/5).

Menurutnya, terlalu menggantung hidup pada penghasilan ikan memang tidak mungkin sama sekali, oleh karena itu harus juga punya usaha lain seperti berdagang dan bertani. “Kalau hanya mengandalkan menangkap ikan saja, bisa tidak makan anak- anak,” kata Amiruddin sambil melirik dengan serius.

Sebagai nelayan, Amiruddin tidak hanya dihadapkan tugas rutin, tetapi kadang-kadang juga harus melakukan pekerjaan sosial. Amiruddin bercerita, betada di pinggir danau ini kadang ada saja kecelakaan yang terjadi seperti anak tenggelam di danau, setelah berenang.

“Sebenarnya orang tenggelam ini sudah diangkat keluar tidak boleh ditidurkan. Begitu air dikeluarkan dengan perut, korban harus didudukan,” kata Amiruddin yang mengaku sudah menyelamatkan korban tenggelam.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here