SABANA KABA, Riau–Tim SAR Gabungan dari beberapa satgas, dibantu masyarakat untuk mencari korban hanyut di aliran Sungai Kampar wilayah Desa Teratak Buluh Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar akhirnya membuahkan hasil, jasad korban ditemukan pada Senin (01/11/2021) malam sekira pukul 22.20 Wib dihari kedua pencarian.n
BACA JUGA : Hindari Kucing, Truk Tangki Terbalik dan Hantam Rumah Warga
Korban atas nama Aulia Khaidir Zailani (14 tahun) warga Perumahan Gading Marpoyan Desa Pandau Jaya Kecamatan Siak Hulu. Korban hanyut tenggelam setelah berenang di aliran Sungai Kampar wilayah Desa Teratak Buluh bersama teman-temanya, pada Minggu sore (31/10/2021) sekira pukul 17.00 Wib.
Korban berenang dia terseret arus sungai lalu tenggelam, salah seorang dari teman korban Rizky Aditya melihat korban meminta tolong, dia langsung menghampiri untuk menolongnya namun tak berhasil. Selanjutnya Rizky memanggil kawan-kawannya yang lain dan memberitahukan kejadian tersebut.
Beberapa saat kemudian sekira pukul 17.45 Wib, Bhabinkamtibmas Desa Teratak Buluh BRIPKA M. Ridho beserta warga masyarakat tiba dilokasi, dan melakukan pencarian disekitar posisi korban tenggelam, dengan menggunakan perahu mesin milik masyarakat, namun korban belum ditemukan.
Pada pukul 19.35 Wib, Kapolsek Siak Hulu AKP Rusyandi Zuhri Siregar S.Sos, MH bersama Camat Siak Hulu Rahmat Fajri S.Stp, MSi serta Kades Teratak Buluh Yuniwir datang ke lokasi meninjau kejadian tersebut dan kemudian menghubungi pihak Basarnas.
Pukul 20.10 Wib, Tim Basarnas Provinsi Riau tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pencarian terhadap korban tenggelam tersebut dan sekira pukul 23.00 Wib pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali pada Senin pagi (01/11) pukul 07.00 Wib.
Hingga sore harinya sekira pukul 17.00 wib korban masih belum ditemukan, Tim beristirahat sejenak lalu pada pukul 20.00 Wib Tim SAR gabungan beserta masyarakat kembali melanjutkan pencarian di sepanjang aliran sungai kampar.
Pada pukul 22.20 Wib, Tim SAR Gabungan beserta masyarakat setempat melihat jasad korban mengambang di sungai, berada sekitar 350 meter dari posisi awal korban tenggelam, jasad korban langsung di evakuasi ke darat.
Pada pukul 22.50 Wib, jasad korban dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau menggunakan Ambulance Desa untuk dilakukan Visum.
Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi karena meyakini kematian korban murni karena tenggelam, lalu menandatangani surat pernyataan penolakan yang diserahkan kepada pihak Kepolisian. Jenazah korban dibawa kerumah duka pada pagi hari tadi untuk proses pemakamannya.
Kapolsek Siak Hulu AKP Rusyandi Zuhri Siregar S.Sos, MH saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut, disampaikan bahwa jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarganya untuk dimakamkan.
“Diingatkan kepada masyarakat, untuk lebih waspada terhadap putra-putrinya agar tidak bermain atau berenang di Sungai tanpa pengawasan, supaya kejadian serupa tidak terulang,” himbaunya seperti dikutip dari Tribrata News Riau.(SK.01)






























