SABANA KABA, Tanah Datar—Suksesnya Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan data lahan pertanian terdampak banjir bandang dan tanah longsor dalam waktu relatif singkat ke Kementarian Pertanian tentu tidak datang begitu saja. Setidaknya ada Tim Pendataan yang berjibaku, sehingga lahirlah angka yang bisa diusulkan tersebut.
BACA JUGA : Dihadiri Camat Sungayang Narti, Sungayang Laksanakan Musyawarah Nagari 2024
Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Tanah Datar Eka Putra SE,MM memaparkan kondisi lahan pertanian yang terdampak atas bencana tersebut ke kantor Kementerian Pertanian RI di Jakarta, Selasa (11/06/2024), jika dilihat dari segi kejadian bencana tanggal 11 Mei 2024, hanya dalam satu bulan sudah mendapatkan data lahan pertanian yang terdampak.
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian yang disampaikan Bupati Eka Putra, kerusakan lahan pertanian akibat bencana seluas 511,52 hektar, tentunya dari dampak yang cukup signifikan ini memerlukan tindakan mendesak untuk memulihkan sektor pertanian tersebut.
Kepala Dinas Pertanian Tanah Datar melalui Kabid PSP (Prasarana, Sarana dan Penyuluhan) Wel Embra, SP ketika menjawab pertanyaan www.sabanakaba.com seputar keberhasilan pendataan lahan pertanian terdampak bencana mengatakan, kita mempunyai jaringan yang kuat dan tangguh dalam mendata lahan pertanian yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor.
“Kita punya penyuluh di setiap nagari di Tanah Datar, termasuk di nagari-nagari yang terkena musibah tersebut. Personil Dinas Pertanian Tanah Datar bekerja sama dengan penyuluh pertanian di lapangan, mulai tanggal 12 Mei 2024 sudah mulai mendata lahan terdampak,” tutur Wel Embra dalam suatu percakapan di Nagari Tapi Selo Kecamatan Lintau Buo Utara, Jum’at (21/06/2024).
Ia melanjutkan, ketika pimpinan akan berangkat ke Jakarta menemui Kementerian Pertanian segala data yang terkait dengan lahan pertanian yang rusak akibat banjir bandang dan tanah longsor sudah siap untuk dibawa.(WD)































