SABANA KABA, Tanah Datar—Pelaksanaan Satu Nagari Satu Event (SNSE) Nagari Pasia Laweh Kecamatan Sungai Tarab masih merupakan tanda tanya, karena belum adanya kesepakatan antara Pemerintah Nagari Pasia Laweh dengan Dinas Parpora (Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga) Tanah Datar menyangkut tema maupun kegiatan yang ditampilkan.
Pemerintah Nagari Pasia Laweh mengangkat tema “Semarak Pesona Merapi” dengan materi kegiatan berupa Lomba Layang-layang, Lomba Burung Berkicau serta Lomba Memancing Ikan, sesuai dengan proposal yang diajukan ke Dinas Parpora Tanah Datar. Kegiatan ini direncanakan akan digelar 30 s/d 31 Agustus 2025.
Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Parpora Tanah Datar Riswandi, S.Pd, M.Pd melayangkan surat kepada Wali Nagari Pasia Laweh, dengan No. 500.13.2/403/Parpora/2025 tanggal 19 Agustus 2025 perihal Penjadwalan kembali SNSE di Nagari Pasia Laweh.
Dalam surat itu disebutkan, tema kegiatan Satu Nagari Satu Event yakni “Sumarak Pesona Marapi” belum menunjukkan potensi dan kearifan lokal budaya Nagari Pasia Laweh. Pada kegiatan Satu Nagari Satu Event belum mengangkat potensi kearifan lokal nagari khususnya keunikan produk nagari dalam menuju One Village One Product.
Kadis Parpora juga menulis dalam suratnya, salah satu tujuan Satu Nagari Satu Event adalah melibatkan seluruh unsur di nagari, dengan merangkul semua elemen masyarakat baik di Ranah maupun di Rantau dalam pembanguban nagari, sehingga disepakati potensi nagari yang akan diangkat dan dipromosikan.
“Berdasarkan pantauan, hal ini belum optimal, begitu pula koordinasi dengan Dinas Parpora, belum ada koordinasi, kecuali saat mengantarkan proposal,” lanjut Kadis Parpora.
Berdasarkan proposal yang diangkat, tulis Kadis Parpora, ditemukan program yang diangkat adalah Lomba Burung Berkicau, Lomba Layang-layang dan Lomba Memancing Ikan. Hal ini dari hasil pantauan bukanlah budaya atau kearifan lokal Nagari Pasia Laweh.
Berdasarkan hal tersebut, kami minta kepada Wali Nagari Pasia Laweh untuk penjadwalan kembali kegiatsn Satu Nagari Satu Event Nagari Pasia Laweh, sampai adanya kesepakatan potensi dan budaya yang diangkat dan hasil keputusan rapat bersama semua unsur.
Sementara Wali Nagari Pasia Laweh Hidayat Dt.Paduko Sirajo ketika dikonfirmasikan mengatakan, kami tidak perlu kalimat basa basi pak. Jadwal ulang, undur, tinjau kembali, sesuatu program butuh energi pikiran, itu semua sudah terkuras bagi kami, semua alasan yang di kemukakan bagi kami tidak prinsiple.
“Kami yang lebih tahu arah dan tujuan program yang kami rancang, tidak melibakan stake holder yang ada di nagari omong kosong. Yang dominan cuma sentimen pribadi, jadi tolong Kadis proposional meletakan sesuatu, jangan mengambil kebijakan/memutuskan sesuatu tanpa pikir yang realistis dulu,” lanjut Wali Nagari Hidayat melalui WhatsApp.
BACA JUGA :Menteri Nusron dan Wamen Ossy Ikuti Seluruh Rangkaian Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 RI
Ia menambahkan, kasihan kita pak kalau kayak gini pola pemikiran para pejabat, kapan Tanah Datar maju pak. Kami tetap jalan pak walau tanpa pembukaan oleh bupati, kami tidak bawa nama SNSE, tapi cukup alek nagari, dalam rangka memeriahkan Panji-panji Proklamasi.(WD)






























