Integrasikan Modernisasi dan Nilai ABS SBK, Evan Muhammad Rizal Gagas ‘Surau Intelektual Masa Kini’ untuk Pemuda Tanah Datar

0
41

SABANA KABA, Tanah Datar—Arus modernisasi dan digitalisasi yang kencang membawa tantangan tersendiri bagi identitas kultural generasi muda. Menyadari hal tersebut, Calon Ketua KNPI Kabupaten Tanah Datar Periode 2026-2029, Evan Muhammad Rizal, S.M., merumuskan langkah strategis untuk memastikan pemuda Tanah Datar tidak kehilangan jati dirinya.

“Dengan mengusung gagasan penguatan karakter, saya bertekad menyandingkan pemikiran global yang adaptif dengan nilai-nilai luhur kearifan lokal Minangkabau,” tutur Evan kepada media ini di Batusangkar, Selasa (02/09/2026).

Keterlibatan langsung Evan dalam mengawal dinamika kelembagaan dan tata sosiologis nagari di Tanah Datar memberikan pemahaman mendalam bahwa pembangunan fisik dan ekonomi harus selalu diimbangi dengan pembangunan karakter. Oleh karena itu, salah satu pilar utama yang ia tawarkan dalam kontestasi KNPI kali ini adalah program unggulan Surau Intelektual Masa Kini.

“Kita tidak menolak modernisasi, justru kita harus adaptif dan berdaya saing. Namun, kemajuan tersebut harus memiliki jangkar yang kuat. Melalui ‘Surau Intelektual Masa Kini’, kami ingin mengembalikan fungsi surau dan ruang diskusi publik sebagai basis intelektualitas pemuda. Dari sinilah lahir generasi yang berpikiran global, namun langkah dan adabnya tetap berakar pada filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABSSBK),” urai Evan memaparkan gagasannya.

Gagasan ini beririsan langsung dengan penjabaran Misi Ke-5 Evan, yakni Penguatan Karakter dan Budaya Berlandaskan ABSSBK. Nantinya, KNPI di bawah kepemimpinannya akan memfasilitasi ruang-ruang dialektika, kajian keagamaan, pelestarian budaya, hingga pelatihan kepemimpinan yang berpusat pada nilai kebangsaan dan adat.

Untuk melengkapi ekosistem tersebut, Evan juga menginisiasi program Sinergi Rantau – Ranah. Program ini dirancang untuk mempertemukan pemuda di kampung halaman dengan tokoh-tokoh perantau Minang. Sinergi ini diharapkan menjadi medium transfer ilmu dan perluasan cakrawala berpikir, sehingga intelektualitas pemuda Tanah Datar terus terasah melalui pengalaman para pendahulunya yang telah sukses di tingkat nasional maupun internasional.

Seluruh inisiatif ini dibingkai dalam nilai-nilai perjuangan yang KOLABORATIF (bersama membangun sinergi), ADAPTIF (berkembang mengikuti kebutuhan zaman), dan PROGRESIF (bergerak maju). Evan meyakini, revitalisasi nilai budaya yang dikelola melalui Sistem Manajemen OKP Terbuka akan membuat program-program pembinaan karakter ini dapat diakses secara merata oleh seluruh Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) di Tanah Datar.

BACA JUGA : Hadir di Emersia Hotel Batusangkar, Anggota DPR RI Lisda Hendrajoni Ngopi Bareng dengan Guru Madrasah

“Dengan semangat Bersama Pemuda, Bersatu Membangun Tanah Datar yang Maju dan Berkelanjutan, mari kita buktikan bahwa pemuda Tanah Datar bisa menjadi pionir peradaban—maju dalam karya, teguh dalam agama dan budaya,” tutup Evan.(WD)