Hadir di Emersia Hotel Batusangkar, Anggota DPR RI Lisda Hendrajoni Ngopi Bareng dengan Guru Madrasah

0
24

ABANA KABA, Tanah Datar–Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil I Sumbar Dr.Hj.Lisda Hendrajoni, SE, MM, Tr menghadiri Seminar Nasional Ngopi (Ngobrol Pendidikan Islam) Bareng dengan guru Madrasah Pondok Pesantren se Kabupaten Tanah Datar di Mall Room Emesia Hotel Batusangkar Selasa (01/09/2026).

Kegiatan Seminar Nasional ini dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Imam Bonjol diwakili Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN Imam Bonjol Padang Dr. H. Muhammad Nur, M.A. dihadiri Kepala Kemenag Tanah Datar dan undangan lainnya.

Muhamad Nur, dalam sambutanya, Seminar Ngopi, Ngobrol pendidikan Islam ini, menjadi yang pertama di Sumatera Barat ini, terutama di Tanah Datar, untuk itu Pesantren dan kemenag, agar bisa memanfaatkan kesempatan ini.

“Kami, sebagai pelaksana dari Uin Imam bonjol Padang, untuk program ngopi (ngobrol pendidikan Islam) ini menjadi program pertama di Sumatera Barat ini, terutama di Tanah Datar, agar seluruh Pesantren, dan kementerian Agama di Tanah datar, bisa terbantu dalam mendidik para santri nantinya,” ungkapnya.

Anggota Komisi VIII DPR RI Dr.Hj.Lisda Hendrajoni, SE, MM, Tr dalam kesempatan tersebut menegaskan, Madrasah Pesantren merupakan Kekuatan Strategis Bangsa, oleh karena perlu mendapat perhatian dari kita semua.

“Orang mengangap pesantren pendidikan alternatif, tetapi menurut hemat saya malah sebaliknya, pendidikan di pesantren lebih bermakna dari yang lainnya, karena disini selain pengetahuan umum juga banyak belajar menyangkut keagamaan, baik berupa peningkatan keimanan maupun ketaqwaan terhadap Allah SWT.

Ia juga menyebut tentang Mengajar dan Mendidik, membentuk kebiasaan disiplin, ibadah, kebersihan dan tanggung jawab. Kemudian menjawab zaman, sehingga agama kuat, sains, teknologi dan literasi digital maju.

Terkait Madrasah Unggul, Lisda mengatakan sebagai tidak terlepas dari ilmu yang diharapkan kompeten dan mampu bersaing, kemudian iman memiliki akhlak menjadi pondasi, mandiri menjadikan anak bertanggung jawab pada diri dan lingkungan. Ia juga menyebut unggul saja tidak cukup, disiplin boleh tegas, tetapi tidak boleh merendahkan martabat anak.(WD)