Kedapatan Miliki Sabu, Oknum Sekretaris Desa Ditangkap Polisi

0
1642

Sabana Kaba, Lampung–Petugas Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Tulang Bawang menangkap seorang pria berinisila IA (46 tahun) oknum Sekretaris Desa (Sekdes), warga Tiyuh/Kampung Gunung Terang, Kecamatan Gunung Terang, Kabupaten Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung, karena diduga terlibat penyalahgunaan narkotika golongan I jenus sabu.

BACA JUGA : Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Ikuti Vaksinasi, Polisi Sediakan Hadiah Mug Cantik

Kapolres Tulang Bawang AKBP Andy Siswantoro, SIK,melalui Kasatres Narkoba AKP Anton Saputra, SH, MH Minggu (27/06/2021) mengatakan, oknum Sekdes tersebut ditangkap hari Jumat (25/06/2021), pukul 14.30 WIB, di Jalan Lintas Timur (Jalintim), Kampung Banjar Agung, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang.

“Petugas kami menangkap oknum Sekdes Jumat sore yang kedapatan membawa dan memilik narkotika jenis sabu,” ujarnya menambahkan.

AKP Anton melanjutkan, dari oknum Sekdes ini petugas kami menyita barang bukti (BB) berupa satu bungkus plastik klip berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,19 gram, topi warna biru merk Amco, telepon genggam lipat merk HAMMER warna coklat, dan sepeda motor Yamaha warna biru, B 4138 FGD.

Kasatres Narkoba menjelaskan, petugasnya dalam mengungkap oknum Sekdes yang membawa dan memiliki narkotika jenis sabu ini merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan di wilayah Kecamatan Banjar Agung.

“Saat petugas kami sedang melintas di Jalintim, Kampung Banjar Agung, melihat seorang laki-laki mengendarai sepeda motor dengan gerak gerik yang mencurigakan, lalu di stop dan dilakukan penggeledahan. Hasilnya ditemukan BB narkotika jenis sabu,” jelas AKP Anton.

Saat ini oknum Sekdes tersebut masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolres Tulang Bawang dan akan dikenakan Pasal 114 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Berdasarkan Undang-Undang tersebut tersangka dapat dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1,- Miliar dan paling banyak Rp 10 Miliar,” katamya seperti dikutip dari Tribrata News Lampung.(SK.01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here