Kiprah Wartawan Mesin Ketik Tanah Datar (9),Wirmas Darwis, SE: Dendam Kehidupan Membawa Berkah, Jadi Wartawan Suatu Pilihan

0
227

Ketika TPL Perindustrian mendapat kesempatan test CPNS tahun 1985, saya juga mengadu nasib, Alhamdulillah lulus, sejalan dengan lahirnya putra pertama Dicki Wirantika buah perkawinan dengan Irwati putri Padang Gantiang.Tujuh tahun kemudian, lahir Randy Wirantika dan tujuh tahun berikutnya lahir Rahmi Ayu Wirantika.

Bergabung dengan Harian Haluan tidak lama, hanya sekitar 17 tahun, kemudian sempat bergabung dengan Harian Sumbar Mandiri bersama Destia Sastra dan Martias. Ketika koran milik Basrizal Koto ini tidak cetak lagi, sempat dilanjutkan dengan Riau Mandiri, kemudian Mingguan Rakyat Mandiri dan sekarang dengan Rakyat Sumbar serta www.sabanakaba.com.

Berbicara tentang pahit getirnya menjadi wartawan, mungkin sudah menjadi rahasia umum, jika beritanya bagus orang terkait tersenyum. Tetapi, ketika beritanya kontrol sosial, pihak terkait naik pitam, bahkan cendrung memanggil wartawan. Ini pernah Saya alami, ketika mengkritik PSBS Batusangkar yang kebetulan waktu itu diketuai oleh Dandim 0307 Tanah Datar.

Dandim menyuruh staf mencari saya ke Kantor Dinas Perindustrian Tanah Datar di Jalan Damai Lima Kaum, namun tidak ketemu. Kemudian yang bersangkutan baru ketemu saya di Komplek Kamelia Pincuran Tujuh, tempat saya ngontrak rumah. Saya dimintak datang ke kantor, begitu saya duduk di depannya, Dandim langsung memukul meja. Ketika kemarahan semakin mereda, Dandim minta kerja sama yang baik kedepan, bahkan setelah itu beliau semakin akrab dengan saya.

Belum lagi dicari-dicari kontraktor karena menyorot pekerjaannya dalam pembuatan jembatan Sigarungguang, pernah dilaporkan ke polisi dan dipanggil polisi, terkait pemberitaan surat kaleng menyangkut seorang PNS. Pernah akan dipindahkan ke Lintau oleh Kepala Dinas Koperindaktam, namun disebabkan masih ada langit diatas langit, maka saya masih tetap aman.

Profesi wartawan secara tidak langsung juga sempat mengantarkan saya sebagai Kabid Humas Dinas Perhubungan dan Kominfo Tanah Datar tahun 2009-2010. Hingga sekarang hanya saya yang pernah menjabat Kabid Humas Pertama dan Terakhir di Tanah Datar.

Meskipun Bupati Tanah Datar M.Shadiq Pasadigoe meminta saya untuk berhenti jadi wartawan, namun secara diam-diam terus saya lakukan, karena wartawan bagi saya termasuk pilihan hidup, sehingga sampai sekarang tetap dilakukan.(Bersambung)