Sehari Bekerja, Pembantu Rumah Tangga Sikat Harta Majikan Ratusan Juta Rupiah

0
761

Sabana Kaba, Riau–Wanita muda berinisial RT yang merupakan PRT (Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Desa Tengganau, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis ditangkap polisi, karena berhasil menggasak harta dan benda milik majikannya KP (61 tahun), melibatkan tiga tersangka lainnya.

BACA JUGA : Kantongi Ganja 2,45 Kg, Pria Berusia Muda Ini Digelandang ke Kantor Polisi

Pelaku RT ini baru satu hari bekerja di rumah majikannya tersebut, namun sudah berani membawa harta berupa perhiasan dan uang tunai yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah. Selepas mencuri tersebut, dia pun kabur ke wilayah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Kemudian, perbuatannya itu dilaporkan sang majikan kepada polisi, berdasarkan Laporan Polisi nomor: LP/52/III/2021/SPKT/RIAU/BKS/SEK-PGR, tanggal 30 Maret 2021.

Kapolsek Pinggir, Bengkalis Kompol Firman Sianipar menjelaskan, kejadian tersebut bermula pada Senin (29/3/21) sekira pukul 07.30 WIB. Saat itu korban KP warga Desa Tengganau, Kecamatan Pinggir, ini pulang ke rumah dijumpai PRT berinisial RT sedang mengepel lantai yang sebelumnya diantar oleh ibunya.

Majikan atau korban tidak dibenarkan masuk, dengan alasan lantai masih basah dan licin, kemudian KP pergi ke luar rumah mengantar pekerjanya lalu kembali lagi ke rumah. Sesampai di rumah, RT menjumpai korban untuk meminjam sepeda motor dengan alasan mau membeli plaster perban luka karena jari tangannya terluka.

“Nah tanpa merasa curiga korban meminjamkan sepeda motornya. Namun RT tidak kembali, karena korban merasa curiga dengan gelagat RT tersebut lalu korban masuk ke dalam rumah dan memeriksa pakaian RT, namun sudah tidak ada lagi di dalam kamarnya,” jelas Kapolsek, Sabtu (3/4/21).

Kemudian korban memeriksa kamarnya sendiri, ia melihat uangnya yang disimpan di bawah keramik lantai kamar yang dibungkus dengan plastik sejumlah Rp 80,- juta sudah tidak ada lagi alias hilang. Berikut celengan kaleng miliknya yang berisi uang diperkirakan sebanyak lebih kurang Rp 10.800 juta yang diletakan di atas meja dalam kamar juga raib.

Selanjutanya korban juga kaget ketika perhiasan berupa kalung dan cincin emas yang disimpan di dalam tas di laci lemari pakaian di dalam kamar seharga lebih kurang Rp 29,6 juta, juga hilang, sehingga total kerugian mencapai Rp.120,4 Juta. Kemudian korban melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Pinggir.

Berdasarkan laporan itu, Kapolsek memerintahkan tim osnal Polsek Pinggir dipimpin Panit 1 Reskrim Ipda Gigor Ristanto melakukan penyelidikan mengungkap peristiwa pidana yang terjadi untuk melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara)
Kemudian polisi bersama piket siaga Reskrim mendatangi TKP mengececk dan olah TKP. Dalam perkara ini, ibu pelaku dan pacarnya diduga ikut terlibat.

“Korban ini lalu datang bersama tersangka Y (ibu RT) dan tersangka TN (pacar RT) menjumpai tim opsnal dan piket siaga reskrim, selanjutnya tersangka Y diinterogasi dan menerangkan bahwa tersangka Y tidak mengetahui dimana keberadaan putrinya saat ini,” jelas Kapolsek.

Polisi lantas merasa curiga dengan gerak gerik tersangka Y lalu mengamankannya, dan juga menginterogasi tersangka TN yang menerangkan bahwa ia sebelumnya sempat berjumpa dengan tersangka RT di daerah Kabun, Kabupaten Rohul bersama tersangka lain berinisial AN.

Selanjutnya team opsnal melakukan pengembangan kasus mencari Tersangka RT di daerah Kabun, Kabupaten Rohul. Rabu (31/3/21) sekira pukul 03.00 WIB tepatnya di Pos Security afdeling 5 perkebunan sawit PT Ladasa Kabupaten Rohul, tim berhasil menemukan dan menangkap tersangka RT bersama dengan tersangka AN.

“Di sana polisi berhasil menemukan dan mengamankan barang bukti dari tersangka RT berupa 1 buah tas handbag V berisi sepasang anting-anting emas, uang sebanyak Rp 7.400 juta, dan 1 unit HP warna putih. Serta dari tersangka AN ditemukan dan diamankan barang bukti berupa 2 helai kaos oblong merk wrangler warna biru muda dan merk amidi warna biru tua serta 1 unit HP android warna biru,” ungkapnya.

Kemudian tim opsnal menginterogasi tersangka RT, dia menerangkan bahwa telah melakukan pencurian tersebut dan mengakui hanya mengambil perhiasan emas, uang dalam celengan kaleng dan membawa lari 1 unit sepeda motor merk honda revo milik korban yang dipinjamnya dari pelapor.

Dan sepeda motor tersebut tersangka RT tinggalkan di sebuah rumah makan di daerah Kandis, serta tersangka RT meminta pertolongan kepada tersangka TN dan tersangka AN untuk membantu menyembunyikan tersangka RT dari permasalahan pencurian tersebut.

“Dan peran masing-masing tersangka yaitu tersangka RT diduga keras mengambil barang milik korban dari dalam kamar berupa uang dari dalam celengan kaleng, perhiasan emas dan melarikan sepeda motor korban,” tuturnya.

Sementara ibunya, tersangka Y diduga keras mengambil barang milik korban dari dalam kamar berupa uang kontan yang disimpan di bawah keramik lantai kamar yang dibungkus dalam plastik yang diperkirakan sebanyak Rp 80 juta, dengan cara masuk ke dalam rumah korban lalu mencongkel pintu kamar korban dengan sebilah parang dan masuk ke dalam kamar korban.

Lalu ibu pelaku ART tadi mencongkel lantai keramik kamar dan mengambil uang korban yang berada di dalam lantai keramik tersebut. Kemudian tersangka TN perannya diduga keras membantu menyembunyikan tersangka RT dan menikmati uang hasil curian sebesar Rp 2 juta untuk membayar gadaian HP nya.
Sementara, tersangka AN diduga keras membantu

enyembunyikan tersangka RT dan menikmati uang hasil curian sebesar Rp 200 ribu untuk membeli kaos oblong.
“Saat ini keempat tersangka sudah mendekam di rutan Polsek Pinggir guna proses penyidikan lebih lanjut,” kata Kapolsek seperti dikutip dari Tribrata News Riau.(SK.01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here