Tak Mampu Salurkan Aspirasi Warga, Walnag Sungai Jambu Sampaikan Permasalahan Setengah Menangis

0
631

SABANA KABA, Tanah Datar—Suasana haru mewarnai Musrenbang Nagari Sungai Jambu Kecamatan Pariangan di Gedung Serba Guna, Kamis (28/08/2025), Wali Nagari Wilmen, ST yang dipercaya masyarakat memimpin nagari ini, setengah menangis menyampaikan permasalahan yang dihadapinya dalam menyalurkan aspirasi warga.

“Saya memahami apa yang terpendam dalam pemikiran bapak dan ibuk tentang musibah yang menimpa nagari ini, belum banyak yang bisa dipulihkan seperti sediakala, karena keterbatasan saya berjuang dan keterbatasan dana negara saat ini,” kata Wali Nagari Sungai Jambu Wilmen, ST sambil tersedu menyampaikan sambutannya dalam acara Muarenbang 2025.

Dikatakan, kita harus banyak bersabar, karena dana ADD (Alokasi Dana Desa) juga mengalami penurunan dari Rp.947,- juta menjadi Rp.884,- juta. Penurunan dana ini tentu mempengaruhi terhadap usulan perencanaan pembangunan dalam Musrenbang tahun 2024 lalu.

Menurut Wilmen, banyak harapan masyarakat seperti pembuatan Sabodam jembatan, irigasi, pembangunan kembali MTsN yang diporak-porandakan galodo tempo hari, masih belum bisa dipulihkan kembali.

Sementara Anggota DPRD Tanah Datar Saidani dalam kesempatan tersebut mengatakan, meskipun kita kurang yakin kegiatan akan teraksana kedepan, namun yang namanya perencanaan ini harus kita laksanakan, mana tau tahun depan keuangan negara membaik, sementara perencanaan kita acak-acakan, rugi kita kan.

Ia juga mengingatkan, untuk mendapatkan kegiatan sekarang, harus dilengkapi persyaratan yang diminta, sampaikan data apa adanya, jangan dilebih-lebihkan.”Budaya goro harus dibangkitkan kembali, karena dana yang kita harapkan itu memang sangat minim sekali, mari kita gelorakan kembali semangat gotong royong,” ujar Saidani.

BACA JUGA : Dukung Kepastian Investasi, Dirjen Tata Ruang Sebut Pentingnya Pengesahan RDTR AeroCity Banjarbaru

Ikut memberikan sambutan dalam acara tersebut Kepala Dinas PMD PP KB Tanah Datar diwakili Dedi Prihatin, Camat Pariangan Beny Oriza yang pada dasarnya mengharapkan “ Tali tigo sapilin” di nagari harus kompak membangun, jika kita saling tidak mendukung apapun yang direncanakan dalam Musrenbang sulit terlaksana denngan baik.(WD)