Dihadiri Anggota DPRD Jon Kompol, WN.Buo Yulkusmayanto Angkat Lokasi Galodo yang Tak Kunjung Tuntas

0
328
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":[],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"resize":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

SABANA KABA, Tanah Datar—Wali Nagari Buo Kecamatan Lintau Buo Yulkusmayanto sangat menyayangkan beberapa lokasi bencana yang sudah 2 tahun belum juga di kerjakan, sehingga dikhawatirkan musim hujan tahun ini kondisinya akan semakin parah.

Kekhawatiran tersebut disampaikan Wali Nagari Yulkusmayanto, ketika memberikan kata sambutan dalam acara Musrebang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) Nagari Buo yang digelar di aula kantor wali setempat, Senin (15/09/2025).

Dikatakan, permasalahan galodo yang menimbun lahan pertanian masyarakat ini, jelas akan mempengaruhi terhadap kehidupan warga yang sangat bergantung kepada lahan persawahan berupa tanam padi.

Wali Nagari Yulkusmayanto juga menyebut tentang banyaknya lembaga-lembaga di nagari yang semuanya biayanya juga diambilkan dari dana nagari, sehingga akan semakin menambah beban nagari.”Sudah selayaknya kita juga mengefisiensi lembaga di nagari yang kadang sudah tumpang tindih,” tambahnya.

Ia juga menyinggung masalah pengadaaan peralatan ambulan yang sudah sering diajukan ke Dinas Kesehatan Tanah Datar sampai hari ini belum terealisasir, pada hal hal tersebut sangat dibutuhkan masyarakat dalam kondisi genting.”Mohon kepada Dinas Kesehatan untuk segera merealisasikannya karena ini adalah menyangkut kebutuhan orang banyak,” ujar Yulkusmayanto.

Sementara Anggota DPRD Tanah Datar Jonnedi, SE, MM dalam kesempatan mengatakan, semua orang bicara tentang efisiensi, pada hal kesemuanya itu terkait kebijaksanaan pusat dan kita harus terima dengan lapang dada.

Ia mengingatkan tentang Musrenbang yang harus mengacu kepads RPJM, baik itu RPJM Nagari maupun RPJM Daerah Kabupaten Tanah Datar, sehingga pembangunan nagari sinkron dengan pembangunan daerah.

Selanjutnya, Jonnedi yang sering dipanggil Jon Kompol ini mengatakan, pembangunan yang direncanakan dalam Musnag dan ditetapkan dalam Mustenbang haruslah bermanfaat dan berkeadilan bagi masyarakat, bukan sekedar diusulkan tetapi tidak ada gunanya bagi masyarakat.

BACA JUGA : Buka Musrenbang Tanjung Barulak, WN.Fuadil Ulum Ajak Masyarakatnya Tetap Bersatu Bangun Nagari

“Kemudian, kita juga sepakat membangun SDM, namun konsepnya harus jelas, orang sekarang tidak lagi mengaji ke surau, karena sudah TPS atau di MDA. Jadi konsep yang harus diusung, bagaimana kita memberdayaksn TPA atau MDA ini, sehingga anak-anak kita bisa selamat dari pemgaruh negatif,” kata Jon Kompol mengakhiri.(WD)