Abai Protokol Kesehatan, Sekolah Ditutup Jika Ditemukan Kasus Positif Covid 19

0
1433

Sabana Kaba, Tanah Datar—Bupati Tanah Datar diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan , Hukum dan Politik Nuryeddisman minta kepala sekolah agar tidak mengabaikan protokol kesehatan, terutama setelah Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dimulai kembali, Senin (11/01/2021).

BACA JUGA : Lakukan Praktik Togel, Dua Pelaku dan Barang Bukti Diamankan Polisi

“Pelaksanaan kegiatan belajar secara daring atau dalam jaringan internet sudah cukup lama, setelah pandemi Covid-19, akhirnya melalui rapat, kajian dan persiapan, pemerintah daerah sudah mengeluarkan menetapkan kebijakan pembelajaran tatap muka,” tutur Nuryeddisman ketika melihat pelaksanaan PTM di SMA Negeri 1 Batusangkar, Senin (11/1).

Namun demikian, pembelajaran tatap muka hari ini dan kedepan tentu tidak sama dengam masa sebelum Pandemi Covid 19. Sekolah harus memenuhi syarat sarana dan prasarana sesuai daftar periksa kesiapan PTM yang sudah yang ditentukan.

“Untuk itu mari bersama kita disiplin mematuhi protokol kesehatan, menerapkan 3 M, memakai masker, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak. Jika kita abai, khususnya siswa, tidak patuh maka berpotensi sekolah akan tutup kembali, seandainya ada yang positif Covid-19 nanti di antara siswa dan guru,” pesannya lagi.

Staf Ahli Nuryeddisman berharap siswa setelah belajar di sekolah agar langsung pulang ke rumah, jangan berkumpul-kumpul dan tidak lupa membawa bekal dari rumah karena kantin sekolah tidak dibuka.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Riswandi mengatakan yang sudah keluar hasil swab guru dan bisa memulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) ada 9 sekolah masing-masing SMKN 1 Batipuh, MAN 4 Tanah Datar, MAN Sumanik, SMAN 1 Batusangkar, SMAN 1 X Koto, SMK 1 Lintau Buo, MAN 1 Tanah Datar, SMAN 1 Pariangan dan SMK 1 Batusangkar.

Kadis Dikbud Riswandi mengharapkan peran dan dukungan orang tua, satgas sekolah dan satgas nagari sangat diperlukan agar warga sekolah terlindungi dari Covid-19. Kita tidak mengharapkan sekolah menjadi cluster baru dalam penyebaran Covid 19.

“Tahap ini menjadi ujicoba, mudah-mudahan ke depan berjalan lancar. Berikutnya secara bertahap guru SMP dan SD dilakukan uji swab. Sementara tingkat PAUD, RA dan setingkatnya juga akan dimulai PTM yang direncanakan 1 Maret mendatang,” sampainya.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here