SABANA KABA, Tanah Datar—Forkopinca (Forum Komunikasi Pimpinan Jecamatan) Salimpaung menggelar rapat koordinasi, terutama dalam mengantisipasi Bencana Erupsi Gunung Merapi yang aktivitasnya meningkat sejak beberapa hari lalu.
BACA JUGA : Miliki Sabu di Dalam Mobil, Wakil Ketua DPRD Tak Berkutik Ditangkap Polisi
Kapolsek Salimpaung AKP M.Rachmad Zen, SH dalam laporannya melalui WA Selasa (10/01/2023) menyebutkan, Rakor Siaga Mitigasi Bencana Erupsi Gunung Merapi ini digelar di Kantor Camat Salimpaung dilanjutkan peninjauan daerah yang resiko tinggi terdampak erupsi dan himbauan kepada masyarakat yang berada di jalur evakuasi.
Dijelaskan, materi dan objek yang menjadi bahan pertimbangan dalam Rakor tersebut terkait apabila terjadi bencana erupsi Gunung Merapi, sebagai langkah pencegahan dan meminimalisir resiko terburuk terhadap masyarakat sekitar lokasi.
Kapolsek Salimpaung meminta kepada seluruh elemen di kecamatan sampai ke jorong untuk melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat untuk antisipasi dan SOP, apabila terjadi resiko terburuk akibat erupsi gunung Merapi.
Sementara Camat Salimpaung Heru Rachman. S.Stp, MM mengajak kepada peserta rapat untuk tetap memberikan standarisasi pelayanan kepada masyarakat yang terdampak Erupsi Gunung Merapi, jangan menimbulkan kepanikan di masyarakat serta dapat memfasilitasi dan sosialisasi jalur evakuasi dan tempat evakuasi /pengungsian.
Camat Heru menyebut, tempat evakuasi/pengungsian dapat dilakukan ke Gedung Lareh Nan Tobang Tabek Patah, lapangan sepakbola Salimpaung, halaman Puskesmas Salimpaung serta halaman samping Kantor Nagari Lawang Mandahiliang.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan tentang daerah terdampak berdasarkan Resiko Tinggi seperti Jorong Koto Alam Nagari Tabek Patah dengan jumlah penduduk 1.279 jiwa, Jorong Kandang Melabung Nagari Lawang Mandahiliang dengan jumlah penduduk 1.472 Jiwa serta Jorong Padang Jaya dengan jumlah penduduk 856 jiwa dan Jorong Koto Tuo Jumlah Penduduk 1.756 Nagari Salimpaung.(WD)






























