Anton Yondra : Pergeseran APBD 2020 Harus Disikapi Dengan Bijak

0
1421

Sabana Kaba, Tanah Datar—Pergeseran dana APBD tahun 2020, karena keuangan daerah mengalami defisit ditanggapi bervariasi, pihak OPD (Organisasi Perangkat Daerah) minta ada unsur pemerataan dalam pengurangannya. Jangan hanya bertumpu kepada OPD, tetapi dana Pokir DPRD juga bisa dikurangi.

Baca juga : Demi Daerah, DPRD Minta Bupati Berikan Pelimpahan Wewenang ke Wabup

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Tanah Datar H.Roni Mulyadi membantah, jika pihak DPRD Tanah Datar bersikukuh untuk tetap mempertahankan dana Pokir atau dana BKBK (Biaya Khusus Bersifat Khusus). Bagaimana bisa itu terjadi, pembahasan kearah itu saja belum ada antara pihak Pemkab dengan DPRD Tanah Datar.

Sementara Wakil Ketua Anton Yondra ketika dimintai tanggapannya mengatakan, jika penggeseran dana APBD harus disikapi dengan bijak, selagi memungkinkan untuk mengunakan dana lain dan tidak mengganggu  dana yang sudah dialokasikan untuk  kepentingan rakyat,  kenapa tidak.

Menurut Anton, dana BTT (Biaya Tak Terduga) belum sepenuhnya digunakan Pemkab Tanah Datar untuk penanggulangan wabah virus corona, jadi bisa saja digunakan dan kalau itu tidak cukup, bisa saja digeser dana, dengan mekanismr yang sebaik-baiknya.

“Kalaupun dana Pokir DPRD harus dialokasikan untuk itu saya rasa bisa saja, karena penanganan virus corona juga untuk keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Tentu harus melalui pembicaraan dengan DPRD,” kata Anton Yondra menambahkan.

Ia berpendapat, kalaupun alasannya dana masih defisit, kita rasa dana yang dialokasikan untuk Porprov Sumbar, kegiatan-kegiatan seremonial lainnyo dapat dialihkan serta jika perlu kegiatan di DPRD pun seperti perjalanan dinas, siap dikurangi.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here