Berhasil Bangun Harmonisasi, PWI Tanah Datar Berikan Lukisan Bermakna kepada Ruly Indra.W

0
832

SABANA KABA,Tanah Datar—Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tanah Datar menyerahkan cendramata lukisan kanvas untuk AKBP Ruly Indra Wijayanto, S.I.K, M.Si dalam acara Pisah Sambut Kapolres Tanah Datar di Gedung Indo Jolito Batusangkar, Kamis (13/04/2023).

BACA JUGA : Polisi Periksa Tujuh Saksi, Terkait Persekusi Dua Wanita Pengunjung Cafe

Penyerahan cendramata di Gedung Indo Jalito Batusanggkar tersebut disaksikan lansung Bupati Eka Putra besama Wakil Bupati Richi Aprian, Ketua DPRD, Kapolres Tanah Datar, Dandim 0307 Tanah Datar dan undangan lainnya.

Ketua PWI Tanah Datar Yuldaveri, S. Sos yang berhalangan hadir mengutus Destia Sastra beserta dua pengurus lainnya Joni Hermanto dan Meryanto untuk menyerahkan cendramata itu. Lukisan Kanvas setinggi, 1,17 Cm X 7,1 Cm itu ketika diserahkan Pengurus PWI masih terbungkus lajaknya sebuah kado.

Bupati Eka Putra ketika menyampaikan pada pengurus PWI untuk membuka cindramata yang terbungkus rapi yang tentunya membuat semua orang penasaran, meski sudah menduga itu pasti fhoto. Ruly dibantu ajudan dan TUP Leo Candra membuka bungkus cendramata itu. Lapis demi lapis bungkus cendramata itu dibuka, lalu terlihat satu lukisan kanvas dengan bias warna kuning keemasan.

Bupati Eka Putra bersama Wakil Bupati Richi Aprian dan Forkopimda yang hadir memberikan applause setelah Ruly berhasil membuka lukisan kanvas cendramata itu.

Ketua PWI Tanah Datar Yuldaveri ditempat terpisah mengatakan, sengaja memberikan cindramata lukisan Ruly Indra Wijayanto dengan latar belakang istano Basa Pagaruyung agar yang bersangkutan ingat Tanah Datar dan ingat pula PWI Tanah Datar

“Istano Basa Pagaruyung merupakan icon wisata Minangkabau memang sengaja memiilihnya, agar bapak Ruly tetap ingat Luhak Nan Tuo,” ujar Yuldaveri yang biasa disapa Veri itu.

Dibawah lukisan itu terdapat satu pepatah minang “Kamudiak saantak galah, kailia sarangkuah dayuang, sakato lahia jo bathin, sasuai muluik jo hati”. Pepatah Minangkabau selalu menyampaikan pesan-pesan moral menganut makna yang dalam.

Selama menjadi Kapolres Tanah Datar, Ruly berhasil membangun harmonisasi dengan stake holder yang ada, baik itu Forkopimda, Media, tokoh adat, tokoh masyarakat maupun Bundokanduang meski hanya bertugas 1 tahun tahun dua bulan.

Makna dari pepatah itu adalah untuk melaksanakan sesuatu pekerjaan dalam masyarakat, pemimpin-pemimpin harus satu kata dengan perbuatan, seiya dan sekata.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here