Perlu Terobosan Baru, Pekikan Mak Itam Dirindukan Banyak Orang

0
272

SABANA KABA, SAWAHLUNTO – Wakil Walikota Sawahlunto, Zohirin Sayuti, SE mINTA Dinas Kebudayaan, Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman kota Sawahlunto agar segera bergerak untuk menemukan solusi dan melaksanakan terobosan agar locomotif uap E 1060 atau yang biasa disebut Mak Itam dapat dioperasikan kembali.

Permintaan tersebut disampaikan Wawako Zohirin Sayuti ketika mengunjungi Dinas tersebut, Rabu (2/12), dalam rangkai percepatan pembangunan di sektor Kebudayaan, Peninggalan Bersejarah dan Permeseuman serta Dinas terkaitan lainnya.

Sebab, ujar Zohirin, selain kaya sejarah, Mak Itam juga mempunyai pesona tersendiri yang sangat menarik bagi wisatawan, terutama dari mancanegara, sehingga dirindukan banyak orang.

Saat ini, dikarenakan sejumlah kendala, Mak Itam memang masih diperbaiki di dipo (tempat penyimpanan lokomotif) Stasiun Kereta Api Kampung Teleng. Padahal, minat wisatawan terutama nusantara dan mancanegara sangat tinggi antusiasnya untuk menyaksikan sampai menaiki langsung lokomotif uap legendaris tersebut.

Sementara, untuk mengakali hal tersebut, Dinas Kebudayaan, Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman membuat replika yang juga dapat dijalankan menyusuri rel, dan dapat ditumpangi wisatawan layaknya kereta api sebenarnya. Namun tentu saja, kehadiran kereta replika tersebut tidak mampu mengobati rasa penasaran pengunjung.

Sebab itu, Wawako Zohirin Sayuti berpesan agar dapat dikaji kembali bersama-sama, bagaimana langkah agar Mak Itam dapat berjalan kembali.

“Sekarang kita menatap ke depan, untuk Sawahlunto yang lebih baik dan untuk wisata yang lebih baik. Maka Mak Itam ini mutlak harus kita jalankan lagi. Ini icon kita, ini legenda. Maka mari bersama, dengan Dinas ini sebagai leading sektornya kita kaji kembali, kita bahas apa benar masalahnya, lalu apa solusinya,” sebutnya.

Lebih jauh, Zohirin juga berpesan agar diperbanyak curah gagasan (brainstorming) guna memperoleh ide dan gagasan segar.

“Jalankanlah saling berbagi gagasan, baik itu internal, juga antar Dinas, bahkan kalua dapat juga dengan para professional, seperti konsultan. Sehingga kita memperoleh rujukan yang lebih kaya, mendapat sudut pandang yang lebih beragam, sehingga memunculkan inovasi dan kreatifitas,” ujar Zohirin.

Selain itu, Wawako Zohirin juga meminta supaya koordinasi dengan para profesional yang pernah mengabdi untuk Sawahlunto, dijalin kembali. Mereka contohnya, Erwiza Erman (peneliti LIPI yang meneliti sejarah Sawahlunto), Medy Iswandi (mantan Kepala Dinas Pariwisata Sawahlunto) serta sederet tokoh lainnya.

Dalam kesempatan itu, Wawako Zohirin juga bercerita bahwa sampai ada wisatawan yang akhirnya membatalkan kunjungan ke Sawahlunto dikarenakan Mak Itam yang belum beroperasi.
“Jadi Mak Itam ini sangat berarti sekali bagi Sawahlunto, khususnya pariwisata. Maka menjadi kewajiban kita bersama untuk menghidupkan kembali ‘hidup,” tegasnya.

Menyambut pesan itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman, Hendri Thalib menyebut siap segera menindaklanjuti arahan tersebut.

“Sesuai arahan pak Wawako, kami akan segera bergerak. Sebelumnya kami sudah ada pengkajian soal Mak Itam, namun dengan instruksi khusus ini tentu akan kami intensifkan pergerakannya,” janji Thalib.

Selain membahas Mak Itam, dalam kunjungan silahturrahimnya itu Wawako Zohirin juga menginstruksikan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) agar dapat meningkatkan kualitas, bukan kuantitas.

“Mari kita bekerja lebih baik, jadikan momen tahun baru ini meningkatkan semangat. Yang paling dibutuhkan dalam bekerja itu kualitas, bukan melulu kuantitas. Untuk apa banyak-banyak kalau tidak ada manfaat, dan dampak bagi masyarakat kosong saja,” tandasnya. (wd/hms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here