Empat Daerah di Sumbar Berduka, Korban Hilang Masih Ada yang Belum Ditemukan

0
795

SABANA KABA, Sumbar–Banjir bandang lahar dingin yang melanda wilayah Sumatera Barat pada Sabtu (11/05/2024) malam, hingga sekarang masih menyisakan duka mendalam, karena selain banyak yang meninggal dan masih ada orang hilang yang belum ditemukan.

BACA JUGA : Banjir Bandang di Sungai Jambu, Dua Warga Hilang dan Mobil Fortuner serta 15 Rumah Hanyut

Kejadian yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu Gunung Marapi, tiga kabupaten dan satu kota terdampak cukup parah akibat kejadian ini antara lain Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Padang Pajang.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Ph.D. melaporkan, hingga Minggu (12/05/2024) pukul 21.00 WIB tercatat total korban meninggal dunia akibat bencana ini mencapai 37 orang.

Sebanyak 35 jenazah berhasil diidentifikasi dengan rincian di Kabupaten Agam 19 orang, Kabupaten Tanah Datar 9 orang, Kota Padang Panjang 2 orang dan Kabupaten Padang Pariaman 7 orang.

Dua jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi. Adapun perubahan jumlah korban disebabkan dinamika laporan dari masyarakat yang kemudian disesuaikan dengan catatan korban ditemukan, dan yang masih dalam pencarian oleh Basarnas dan TNI-POLRI.

“Untuk sementara upaya pencarian dan pertolongan dihentikan mengingat kondisi malam hari di lokasi terdampak yang kurang penerangan dan adanya peringatan akan peningkatan getaran hujan di wilayah hulu,” tambahnya

Hingga malam ini (12/05), jumlah orang yang dilaporkan hilang sebanyak 17 orang. Sebanyak 14 orang hilang dari Kabupaten Tanah Datar dan tiga lainnya dari Kabupaten Agam. Upaya pencarian dan pertolongan akan dilanjutkan kembali pada esok hari.

Peningkatan Getaran Hujan

Pos Pengamatan Gunung Marapi mencatat peningkatan getaran hujan di Stasiun Batu Palano sejak Minggu (12/5) pukul 20.35 WIB.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran sungai yang berhulu ke Gunung Marapi agar selalu waspada akan potensi risiko bahaya susulan. Warga diharap melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman.(BNPB/SK.01)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here