Sabana Kaba, Tanah Datar—Pemkab Tanah Datar masih mempertimbangkan untuk menutup objek wisata Istano Basa Pagaruyung terhadap kunjungan wisatawan, meskipun pro dan kontra terus mengalir di media sosial, sejak maraknya virus corona di Indonesia.
“Kita bisa saja menutup objek wisata Istano Basa Pagaruyung ini, namun ada sekitar 1.000 pedagang, tukang parkir, termasuk foto grafer menggantungkan hidupnya pada objek wisata yang menjadi icon Tanah Datar,” kata Kepala Dinas Parpora Tanah Datar melalui Kabid Pariwisata Efrison, SE ketika menjawab pertanyaan media ini, Kamis (19/3).
Dikatakan, Pemerintah Pusat memang menanjurkan untuk menutup tempat keramaian untuk mencegah terpaparnya masyarakat setempat dari virus corona, namun disisi lain kita juga perlu mempertimbangkan sejumlah orang yang menggantungkan hidupnya di objek wisata tersebut.
“Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di objek wisata Istsno Basa Pagaruyung ini, kita memang berusaha mendapatkan pengukur suhu, bila sudah didapat, setiap pengunjung akan diperiksa suhu tubuhnya,” tambah Efrison.
Ia berharap, setiap kunjungan wisatawan ke objek wisata Istano Basa Pagaruyung tetap aman dan terbebas dari ancaman covid 19, wisatawan selamat dan pihak terkait lainnya diseputar objek wisata juga dalam keadaan selamat.(WD)































