Ada tujuh wartawan yang berasal dari Indonesia yang mereka undang dalam event olahraga yang mereka sebut sukan. Ketujuh wartawan itu yaitu. tiga orang dari ANTV, dua dari TV One, satu orang dari berita satu dan satu orang dari media online korandigital.com yang dikelolah M. Subhan.
Setiap wartawan yang diundang panitia Langkawi International Mountain Bike Challenge sampai di Bandara International Langkawi, lansung dijemput dengan mobil dan diantarkan ke hotel bintang tiga Langkawi Seaview tempat menginap seluruh tim media dan official.
Saya melihat panitia Langkawi International Mountain Bike Challenge tidaklah segemuk panitia Tour Day Singkarak yang memiliki panitia mulai dari pusat, provinsi hingga ke tingkat kabupaten-kabupaten yang dilalui pembalap beberapa negara itu, tapi saya pikir itu wajar karena TdS itu melibatkan beberapa kabupaten beda dengan Langkawi International Mountain Bike yang hanya dipusatkan di Pulau Langkawai untuk menunjang promosi pulau yang disamakan seperti pulau dewata Bali oleh masyarakat setempat.
Selama liputan kegiatan olahraga sepeda gunung itu saya hampir tiap hari bertemu dengan mantan Perdana Menteri Malaysia itu. Saya tidak hanya berkesempatan mewawancarai Perdana Menteri Malaysia, tetapi juga menghadiri jamuan Tun Dr, Mahathir Mohamad ketika tim media dan panitia Human Voyage di Kampung To Senik Resort Langkawi. Sebuah resort mewah di pulau itu.
Selama mengeluti dunia jurnalistik, saya juga pernah bertamu ke rumah dinas Wakil Presiden yang ketika Wakil Presiden RI di jabat oleh Yusuf Kalla dan ini kenangan yang begitu berharga bagi saya bisa ngobrol biasa di meja makan di rumah dinas Wakil Presiden bersama Mufidah Jusuf Kalla Ibu Negara Indonesia berdarah Minangkabau. Sebelum pulang saya juga menyempatkan sholat Maghrib di rumah dinas itu.
Saya juga berkesempatan mewawancari lansung ketiga putri Wakil Presiden Mohammad Hatta yaitu Meutia Farida Hatta, Gemala Rabi’ah Hatta, dan Halida Nuriah Hatta, bahkan saya juga diajak Halida Hatta yang biasa saya sapa uni untuk liburan ke villa M. Hatta ketika muda, tentu saja saya sangat senang diajak berkeliling di villa yang terdapat di Mega Mendung itu.
Selama menjadi wartawan, saya juga pernah bertandang kerumah Jajang C Noer Artis multi talenta berdarah minang. Di rumahnya yang asri itu kita berdiskusi bukan tentang seni peran, tapi tentang pembangunan di Indonesia. Ini memang aneh, tapi begitulah kenyataanya. Diskusi siang itu ditutup dengan makan siang berdua dengan artis yang memiliki karakter kuat itu.
Profil.
Saya terlahir dari pasangan apa (Bapak) Busyra dan Djusmainar (Amak) di kota kecil Batusangkar. Saya menghabiskan masa kecil yang penuh keceriaan di Bukit Gombak Kampung yang baru beraspal pada tahun 1982 juga masuk listrik pada tahun yang sama. Tia kecil ketika itu sering pergi melihat teman-teman mandi di Batang Selo yang berjarak sekitar 1 km dari rumah orang tua saya.
SMP dan SMK saya lanjutkan di Batusangkar yang dijuluki kota budaya, yaaa.. Tanah Datar ini diyakini sebagai Luhak Nan Tuo tentu menjadi pusat peradaban dan kebudayaan dibuktikan dengan pusat pemerintahan kerajaan Pagaruyung.
SELANJUTNYA HAL. 5





























