Libatkan Orang Dalam, Polisi Ungkap Kasus Peredaran Ganja Jaringan Lapas

0
942

Sabana Kaba, Bukittinggi–Polres Bukittinggi Polda Sumbar menggelar Konferensi Pers Sabtu (17/4), terkait pengungkapan kasus peredaran Narkoba di wilayah hukum Polres Bukittinggi, terutama di Lapas Kelas II A Bukittinggi.

BACA JUGA : Kabar Covid 19 Tanah Datar, Tiga Positif dan Dua Diantaranya Meninggal Dunia

Kapolres Bukittinggi AKBP. Dody Prawiranegara, S.H., S.I.K., M.H didampingi Kasat Narkoba Polres Bukittinggi AKP. Aleyxi Aubedillah, SH dihadiri oleh awak media dalam kesempatan tersebut menyampaikan Satuan Narkoba Polres Bukittinggi mengungkap kasus peredaran narkoba jaringan Lapas kelas II A Bukittinggi.

“Selain menangkap pelaku juga dilengkapi dengan barang bukti yang disita yakni 10 Kg Narkoba jenis Ganja, 5 Buah Handphone dan 1 unit Mobil Honda Brio BA 1020 YM,” tutur Kapolres.

Dijelaskan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari penangkapan inisial TR (17 tahun) di rumahnya di kawasan Banto Laweh Kelurahan Kayu Kubu Kota Bukittinggi, sekaligus di temukan Ganja seberat 10 Kg.

Selanjutnta, ketika tim opsnal Satres Narkoba Polres Bukittinggi melakukan interogasi terhadap TR didapati dalam Ponsel miliknya Chat yang berisikan perintah dari warga binaan Lapas kelas II A Bukitttinggi berinisial AP (25 tahun).

“TR diminta mengantarkan 5 Kg ganja ke Lapas yang mana nantinya akan dijemput oleh salah seorang oknum Pegawai Lapas berinisial HS (30 tahun), dikawasan Pinang Balirik,” lanjut Kapolres.

Mengetahui hal tersebut tim opsnal tidak tinggal diam dan lansung bergerak dan melakukan pengintaian, dan benar saja tim opsnal berhasil mengamankan oknum pegawai Lapas yang telah menunggu di lokasi penjemputan yang di sepakati.

Kemudian tim berkoodinasi dengan pihak Lapas untuk melakukan penangkapan terhadap warga binaan berinisial AP (25 tahun) dan RS (37 tahun) yang menjadi otak peredaran Narkoba jenis Ganja tersebut.

Dari hasil pemeriksaan terhadap AP dan RS diketahui bahwa Ganja seberat 5 Kg tersebut akan di edarkan di dalam lapas dan 5 Kg sisanya akan di edarkan oleh TR di kawasan Kota Bukittinggi.

“Terhadap masing-masing pelaku kita jerat dengan pasal 114 (2) dan pasal 111 (2) Undang – undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 5 sampai 20 tahun penjara,” terang Kasat Narkoba Polres Bukittinggi AKP. Aleyxi Aubedillah, SH seperti dikutip dari Tribrata News Sumbar.(SK.01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here