Mantan Tukang Panjat Cengkeh, Nyaleg DPR RI Tampil di Balimbiang

0
295

Sabana Kaba, Tanah Datar—Meskipun pria ini pernah memegang jabatan penting di tingkat kota dan kabupaten di Sumbar, namun ia mengaku masih ingin mengabdi untuk daerah Sumatera Barat selagi kondisi kesehatan mendukung serta pola pikir masih memungkinkan untuk warga Ranah Minang.

“Perjalanan hidup ini memang tidak yang dapat mengetahui, siapa menyangka bekas tukang panjek cangkeh di Padang bisa menjadi Camat, menjadi Ketua DPRD Sawah Lunto, menjadi Wako Solok dan menjadi Bupati Solok,” kata Drs.Syamsu Rahim ketika tampil dihadapan masyarakat Taratak Payo Jorong Sawah Kareh Nagari Balimbiang Kecamatan Rambatan dalam menjalin silaturrahmi, Sabtu (16/2).

Menurut Mantan Bupati Solok ini, semasa muda kehidupannya cukup memprihatinkan, sehingga terpaksa menerima upah memanjat cengkeh di Padang guna mendapatkan uang untuk melanjutkan pendidikan.

“Alhamdulillah perjuangan itu tidak sia-sia, saya pernah menjadi PNS untuk jabatan Camat merangkap Kepala Desa di Sawah Lunto, namun karena ada aturan memasuki ranah politik tidak boleh merangkap PNS, setelah dibicarakan dengan isteri saya, saya menyatakan keluar,” kata Syamsu Rahim dalam perkenalannya dengan masyarakat setempat.

Berbicara tentang keinginannya untuk mencalonkan diri jadi Caleg DPR RI dari Partai Nasdem, Syamsu Rahim tidak lebih ingin melanjutkan pengabdian untuk Sumatera Barat, karena dengan pensiunan Bupati ditambah lagi dengan isteri pejabat di Solokm, sudah cukup untuk kehidupan saat ini.

Namun, karena masih banyak permasalahan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat dan tidak mendapat perhatian serius dari anggota DPR-RI, maka saya ingin memasuki ruang DPR RI Senayan, mudah-mudahan bisa membantu masalah LGBT dan Narkoba yang terus meningkat di Sumatera Barat.

Sementara, Caleg DPRD Sumbar Ny.Emi Irdinansyah Tarmizi yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, ibu-ibu yang berjualan air akar dari Taratak Payo ini telah banyak membantu suami dalam mencari nafkah, namun jika memungkinkan diharapkan dapat mencoba usaha baru yang dibutuhkan masyarakat.

“Saya cukup prihatinkan sekali terhadap ibu-ibu ini, sudah berjalan cukup jauh menjajakan air akar, kadang-kadang datang pula hujan, sehingga barang dagangannya tak kunjung habis terjual,” Kata Ny.Emi Irdinansyah Tarmizi ini menambahkan.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here