Menghabiskan Waktu Enam Hari, Kursus Pelatih Licency “D” Askab Inhil Ditutup Secara Resmi

0
491

SABANA KABA, Tembilahan—Kursus kepelatihan Licency “D” yang ditaja Askab PSSI Inhil dari 26 April s/d 1 Mei 2025 di kota Tembilahan secara resmi telah ditutup oleh Ketua KONI Kab Inhil Wandi SH.MH Kamis malam (01/05/2025) dihotel 3 Putri.

BACA JUGA : Terima Audiensi Wamen BUMN, Menteri ATR/Kepala BPN Bahas Isu Penting dalam Pengelolaan Aset BUMN

Dikatakan “ Pelaksanaan kursus kepelatihan Licency “D” ini, sangat besar sekali pengaruhnya nanti untuk pembinaan dan pengembangan bibit pemain sepakbola berusia muda didaerah Inhil khususnya dan Riau umumnya.

Untuk itu kepada peserta dari kota Tembilahan sejmlah 14 orang dan begitu juga dengan peserta yang berasal dari luar Tembilahan, ilmu yang didapatkan pada kursus ini jangan disimpan saja, tetapi silahkan dikembangkan dan diajarkan kembali kepada anak didik dimasing-masing club maupun SSB didaerah dimana pelatih berada.

Ketua Askab PSSI Inhil Yuslizar pada kesempatan itu mengharapkan kepada para pelatih yang sudah mengikuti kursus Licency “D” agar segera mentransper ilmu yang telah diterima selama mengikuti kursus dari para instruktur ( Coach Education), kepada anak didiknya.

Kepada para Coach juga pihak pengurus Askab akan selalu berbicara dan berkoordinasi demi pengembangan sepakbola didaerah Kab Inhil, dan untuk itu pihak Askab sudah menyediakan tempat berdiskusi disekretariat Askab bagi para Coaches.

Mudah-mudahan apa yang sudah dipelajari dapat dipraktekan ditempat masing-masing dan kedepan hendaknya sepakbola Inhil akan kembali bergaung seperti sebelumnya cukup tenar ketika Persih masih exsis.

Dari pengamatan saya dan para peserta juga dilapangan selama pelaksanaan kursus ini hasilnya cukup menggembirakan, hal itu tidak terlepas dari pada para Instruktur yang sudah berpengalaman Coach Educator Firmansyah mantan pemain Timnas dan juga pemegang Licency ‘ A Pro “ dari PSSI dan dibantu 4 orang Ass Coach Education, Noparlin Askab Kuansing,Syamsir Suryana , Dodi Ismon Askot Pekanbaru dan Aris Yulianto Asprov Kepri.

Sedangkan para peserta kursus sangat antusias sekali mengikuti materi demi materi maupun praktek dilapangan, karena semua materi yang diberikan selama ini adalah materi Filanesia yang merupakan pola melatih yang baru dari cabang sepakbola Indonesia.(s2r)