SABANA KABA, Tanah Datar–Masyarakat Kecamatan Batipuah Selatan menolak Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Singkarak, karena dengan proyek besar ini dikhawatirkan akan merusak mata pencaharian masyarakat yang sejak lama sangat tergantung dengan ikan yang ada di dalam Danau Singkarak.
BACA JUGA : Bersembunyi 109 Hari di Thailand, Pengendali Labor Narkoba Indonesia Ditangkap Polisi
Penolakan itu disampaikan kepada Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Repoblik Indonesia (DPR-RI), Komisi XIII, dari Fraksi Nasdem Ir.M.Shadiq Pasadigoe, SH, MM ketika melakukan kunjungan kerja atau reses dalam menampung Aspirasi Masyarakat yang digelar di Kantor Camat Setempat, Senin (23/12/2024).

Menurut masyarakat, dengan akan didirikannya proyek PLTS dikawasan Danau Singkarak, yang akan menelan dana cukup besar dan dijadikan proyek Strategis bagi Pemerintahan Pusat. Namun bagi masyarakat Salingka Danau Singkarak, jelas merusak pencaharian atau ekonomi warga sekitar, karena kehidupan masyarakat yang bersumber menangkap ikan terhambat sama sekali.
Can Amalo, Tokoh Masyarakat Batipuah Selatan, mewakili masyarakat dalam kesempatan tersebut mengatakan, kami sangat menolak pembangunan PLTS di wilayah Singkarak, dengan banyak alasan, terutama ikan banyak yang akan hilang, sehingga mata pencaharian akan terganggu serta kemiskinan akan bertambah di wilayah ini.
“Kami, mewakili masyarakat, sangat menolak, pembangunan PLTS di wilayah kami, karena akan menambah kemiskinan, dan menghilangkan mata pencaharian warga sekita Danau Singkarak ini,” katanya dengan lantang.
Untuk, penolakan ini, Can bersama masyarakat sangat bersukur sekali, karena dengan adanya kunjungan dari Anggota DPR-RI dari Fraksi Nasdem yang kebetulan tokoh masyarakat Tanah Datar juga, kami bisa menyampaikan langsung, tentang penolakan pembangunan PLTS tersebut.
“Sebagai mewakili masyarakat, kami sangat bersyukur, pak Dewan hadir di Batipuh selatan ini, bisa kami sampaikan apa yang menjadi keluhan kami, tentang penolakan pembangunan PLTS ini,” tuturnya.
Sementara itu, M.Sadiq Pasadigoe, Anggota DPR-RI komisi XIII, dari Partai Nasdem, yang juga Tokoh masyarakat Tanah Datar, menyikapi keluhan masyarakat, Kecamatan Batipuh Selatan ini akan membahasnya di tingkat Fraksi maupun Komisi XIII. Ia menyarankan agar masyarakat harus kompak menghadapi permalahan ini.
“Masyarakat, harus kompak menghadapi, apa yang terjadi, dalam penolakan pembangunan PLTS, tidak bisa menolak secara perseorangan, harus bersama, tentu mempunyai alasan yang jelas, tidak harus dengan kekerasan,” katanya.
Dalam pembangunan yang mempunyai anggaran yang besar, tentu ada perencanaan, dan sosialisasi terhadap masyarakat sekitar. Untuk itu Shadiq menekankan kepada masyarakat harus hati-hati mengambil keputusan, dan juga dalam mengambil keputusan, harus jelas, jangan sampai masyarakat dikemudian hari teraniaya, dengan apa yang telah direncanakan.
“Sebagai, tokoh masyarakat Tanah Datar, dan wakil rakyat di DPR-RI, kami minta kepada masyarakat, jangan memutuskan masalah sendiri-sendiri, harus berpikir dengan apa yang akan kita bela, ingat jangan sampai, anak cucu kita dikemudian hari teraniaya, bahkan kami akan mendukung hal yang terbaik, untuk masyarakat, Tanah Datar, terutama masyarakat di sekitaran Danau Singkarak,” tutupnya.(WD)































