Sampah Bertebaran, Pantai Pangandaran Tetap Ramai Dikunjungi Wisatawan

0
1261

Oleh : WIRMAS DARWIS, SE

Pantai Pangandaran merupakan sebuah objek wisata andalan Kabupaten Pangandaran (pemekaran dari Kabupaten Ciamis) yang terletak di sebelah tenggara Jawa Barat, tepatnya di Desa Pangandaran, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat.

Jarak antara Kota Bandung dengan Pantai Pangandaran sekitar 214 KM, terutama melewati Ciawi, Tasik Malaya, Ciamis dab Banjar Sari. Perjalanan menuju Pantai Pangandaran menggunakan kendaraan pribadi akan menghabiskan waktu sekitar 5 jam, dalam kondisi normal atau tidak macet.

“Karena Pantai Pengandaran cukup jauh dari Kota Bandung, sebaiknya berangkat sekitar jam 21.00 Wib, kita akan sampai di Pantai Pangandaran jelang subuh, sehingga selain ibadah subuh dapat dilaksanakan dengan baik juga kita dapat menikmati pantai lebih awal,” kata Ade Firman warga Baros Cimahi yang memandu sabanakaba.com, Kamis (21/6).

Ternyata apa yang disampaikan Ade Firman benar juga, usai sholat subuh di masjid yang terletak dipinggir Pantai Pangandaran para wisatawan sudah mulai membanjiri pantaii yang cukup landai, dengan pasir putihnya.

Jika kita mau berkata jujur, sejumlah pantai di Sumatera Barat tidak kalah dengan Pantai Pangandaran, namun dari segi pengunjung atau wisatawan Sumbar masih kalah, karena jumlah penduduk atau antusias warga untuk mengunjungi objek wisata di Jawa Barat dan Pulau Jawa pada umumnya cukup tinggi sekali.

Sebenarnya apa yang diburu wisatawan ke Pantai Pangandaran, karena toh pantainya biasa-biasa saja, baikan di saat Lebaran Idul Fitri 1439 H ini kondisi pantai terkesan tak terurus sama sekali, meskipun kendaraan pribadi memasuki kawasan objek wisata ini harus membayar restribusi Rp.65.000,- perkendaraan.

Hampir disepanjang pantai sampah bertebaran, berasal dari sampah bawaan pengunjung dan sampah kemasan makanan yang dijual penjaga makanan dan minuman yang cukup ramai. Menurut salah seorang petugas parkir, dalam suasana lebaran sampah ini ditertibkan, biasanya setelah pengunjung berkurang akan dibersihkan kembali.

Apapun alasannya, yang jelas Pemkab Pangandaran melalui Dinas Pariwisatanya hanya siap menerima pemasukan dari penjualan karcis restrubusi masuk objek wisata dan tidak siap menciptakan objek wisata yang bersih dan nyaman. Dalam kondisi yang ramai semacam ini, tentu Pemkab Pangandaran dituntut untuk menambah petugas kebersihan agar K3 (Kebersihan, Ketertiban dan Keindahan) tetap terjaga.

Kedatangan wisatawan di Pantai Pengandaran selain menikmati keindahan alam pantai yang lebih utama nampaknya sekedar dapat bermandi air alias berenang, bermain pasir dan ber”selfi”ria. Sementara untuk menikmati aneka kuliner juga tidak terlalu banyak, karena kuliner yang ditawarkan biasa-biasa saja.

Akibat dari kurangnya aneka kuliner di kawasan objek wisata yang disukai pengunjung, banyak para wisatawan yang membawa sendiri makanan dan minuman ke objek wisata bersangkutan dan sampahnya ditinggal atau dibuang disepanjang pantai. Pengawasan dari petugas untuk mebuang sampah sembarangan juga terkesan tidak ada sama sekali.

Berbicara tentang fasilitas lainnya, di Pantai Pangandaran juga tersedia banyak hotel dan penginapan. Untuk menempati sarana menginap ini ada sebahagian pengusaha memanfaat orang-orang tertentu untuk merayu wisatawan agar dapat menggunakan fasiltas dengan tawaran harga sekitar Rp.400.000,- perkamar, demikian sekelumit catatan dari Pantai Pangandaranb.(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here