Sempat Tertunda, DPRD dan Pemkab Tanah Datar Sepakati APBD 2019

0
284

Melalui pembahasan cukup alot, bahkan persidangan sempat diskor beberapa kali untuk mencari kata sepakat, pembahasan Ranperda (Rancangan Peraturan Daerah) Tahun Anggaran 2019 telah final. DPRD dan Pemkab Tanah Datar akhirnya menyepakati dan menandatangani berita acara di gedung dewan bersangkutan, Kamis (29/11) malam.

Pelaksanaan rapat yang dipimpin Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra, SE didampingi Wakil Ketua Drs.Irman, MSi dan Wakil Ketua Saidani, SP serta Anggota Dewan lainnya sempat berlarut-larut, karena adanya beda pendapat tentang Rehab Lapangan Cindua Mato Batusangkar serta dana PKK yang dinaikkan menjadi Rp.2,- Milyar.

Rapat paripurna penentuan APBD 2019 ini direncanakan dimulai jam 9.00 Wib, namun karena adanya anggaran yang dipermasalahkan, rapat tertunda hingga jam 12.00 Wib. Itupun Ketua Anton Yondra harus menunda lagi disebabkan masuknya waktu sholat zuhur dan jam makan siang. Akhirnya sidang dapat dimulai kembali setelah lewat jam 14.00 Wib.

Mengawali agenda rapat, Ketua DPRD Anton Yondra memberi kesempatan kepada Wakil Ketua DPRD Irman dari Banggar (Badan Anggaran) DPRD Tanah Datar untuk menyampaikan Laporan Hasil Pembicaraan Tingkat Pertama terhadap pembahasan Ranperda tentang APBD Tanah Datar Tahun Anggaran 2019.

Wakil Ketua Irman dalam laporannya menjelaskan, perumusan dilaksanakan selama satu hari dan telah diambil kesekapatan dalam pembahasan bersama yang dilaksanakan tanggal 28 Nopember 2019. Dari kesepakatan tersebut telah didapat hasil, Pendapatan sebelum dibahas Rp.999.571,404.070,00 dalam pembahasan bertambah Rp.360.876.531.000,00 setelah dibahas disepakati menjadi Rp.1.360.447.935.070,00 atau terjadi penambahan dari dana transfer pemerintah.

Selanjutnya dalam Belanja, sebelum pembahasan Rp.1.121.590.393.276,00 dalam pembahasan bertambah Rp.331.308.577.195,00 sehingga setelah dilakukan pembahasan secara bersama bertambah menjadi Rp.1.452.898.970.471,00. Penambahan ini disebabkan terjadi pergeseran antara Belanja Tidak Langsung kepada Belanja Langsung.

“Dengan demikian dari segi surplus/deficit juga terjadi pergeseran, semula atau sebelum pembahasan Rp.122.018.989.206,00 dalam pembahasan berkurang Rp. 29.567.953.805,00 sehingga setelah pembahasan disepakati menjadi defisit Rp.92.451.035.401,00.

Berkaitan dengan Pembiayaan Penerimaan sebelum pembahasan Rp.122.018.989.206,00 dalam pembahasan bekurang Rp.29.367.953.805,00 sehingga setelah pembahasan disepakati menjadi Rp.92.651.035.401,00. Sedangkan Pembiayaan Pengeluaran, sebelum pembahasan Rp.0,00 dalam pembahasan bertambah Rp.200.000.000,- setelah pembahasan disepakati Rp.200.000.000,- sehingga total PembiayaanNetto Rp.92.451.035.401,00.

Selesai penyampaiab rumusan dilanjutkan dengan Pemandangan Fraksi-Fraksi DPRD Tanah Datar. Dari 9 fraksi yang ada di DPRD Tanah Datar, Pemandangan Fraksi PKS disampaikan oleh juru bicara Istiqlal, Partai Demokrat Dra.Donna, PDI-Perjuangan Asrul Jusan, PAN Benny Remon, Partai Golkar Ir.Syamsul Bahri.Oesoer, Hanura Adrison, S.Sos, PPP Arianto, Gerindra Afrizal, ST serta Fraksi Bintang Nasdem dengan juru bicara Rasman.

Dari 9 fraksi yang menyampaikan pemandangan, sebahagian besar fraksi belum dapat menerima tentang rehab Lapangan Cindua Mato dan tambahan biaya PKK, sehingga pimpinan sidang dan unsur pimpinan DPRD lainnya menyepakati untuk menskor sidang serta menggelar rapat pimpinan fraksi.

Kesepakatan untuk mengesahkan Ranperda menjadi Perda APBD 2019 baru tercipta sekitar jam 20.30 Wib ditandai dengan penandatanganan naskah antara Bupati Irdinansyah Tarmizi dengan Pimpinan DPRD Tanah Datar. Tentu saja dengan catatan, bahwa sebelum pembangunan lapangan Cindua Mato dilaksanakan, harus dibicarakan terlebih dahulu dengan DPRD Tanah Datar.(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here