Sosialisasi Geopark Ranah Minang Digelar, Istano Basa Destinasi Unggulan

0
285

SABANA KABA, Tanah Datar—Istano Basa Pagaruyung Kabupaten Datar merupakan Destinasi Wisata Unggulan Propinsi Sumatera Barat, sehingga mendapat perhatian oleh Gubernur Sumbar, baik dari pengembangannya maupun dari segi mereview master plann.

BACA JUGA : Simpan Narkotika Jenis Sabu, Seorang Pria Diamankan Polisi

Demikian dikemukakan Kepala Dinas Pariwisata Sumbar duwakili Kabid Pariwisata Doni Hendra, ketika membuka Sosialisasi Geopark Ranah Minang di Emersia Hotel Batusangkar, Rabu (08/06/2002).

Dikatakan, pariwisata masuk RPJMD (Rencana Pemvangun Jangka Menengah Daerah Propinsi Sumatera Barat dan masuk program unggulan Gubernur. Istano Basa masuk destinasi unggulan, pemprov membantu pengembangannya, termasuk me-review master plan kawasan istano dengan meningkatkan asas manfaatnya, bekerjasama dengan Pemkab Tanah Datar.

“Bercerita tentang Ranah Minang harus dimulai dari Istano Basa Pagaruyung, karena disamping sudah dijadikan Destinasi Unggulan juga dan juga menjadi pusat kebudayaan Minang Kabau, sehingga Pemprov Sumbar memprogramkan istano jadi lebih hebat lagi,” kata Doni menambahkan.

Berbicara tentang pariwisata Tanah Datar, bukan hanya Istano Basa, tetapi juga geopark yg akan dikembangkan memiliki nilai tinggi dari sisi geologi, flora, fauna, budaya yang ditatakelola dalam pilar konservasi, edukasi, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Kabupaten Tanah Datar juga sudah menjadi wisata minat khusus bagi wisatawan, dimana wisatawan akhir-akhir ini bisa tinggal lebih lama, bukan hanya satu dua hari seperti wisata massal. Kalau minat khusus biasanya bisa sampai tujuh hari, mereka tak menginap di hotel tapi menginap di tempat yang disediakan masyarakat, seperti homestay di sekitar geosite.

Dinas Pariwisata Sumbar mendukung dalam bentuk pemberdayaan masyarakat, sertifikasi pemandu geowisata, masterplan geopark, dan promosi melaui video. Geopark adalah pariwisata plusnya Sumbar.

“Ranah Minang memiliki Silokek, Ngarai Sianok Maninjau, Sawahlunto; tiga geopark Nasional tersebut yang sudah ditetapkan. Singkarak, Harau, Talamau dan Solok Selatan sedang diperjuangkan jadi geopark. Dharmasraya dan Pasaman daerah berpotensi dicalonkan untuk juga ditetapkan sebagai geopark nasional.

Ia berharap, dengan adanya Sosialisasi Geopark Ranah Minang ini, masyarakat jadi paham dengan posisi geopark dalam pembangunan. Wisata geopark itu usaha pengisiannya muncul dari masyarakat.

Ikut memberikan pencerahan Kadis Parpora Tanah Datar Hendra Agung Indrianto didampingi Kabid Pariwisata Efrison yang pada dasarnya menyampaikan kebijakan strategi pariwisata Tanah Datar harus berakar dari masyarakat, berkelanjutan dan pariwisata iven. Warga harus menjadi subjek pariwisata, memastikan keberlanjutan budaya lokal, habitat alam dan keanekaragaman hayati.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here