SABANA KABA, Tanah Datar—Upaya Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menekan angka kemiskinan menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Kabupaten Tanah Datar 2025–2029, tingkat kemiskinan daerah itu pada 2025 tercatat 3,59 persen, turun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Angka tersebut sekaligus menempatkan Tanah Datar di bawah rata-rata kemiskinan Provinsi Sumatera Barat sebesar 5,35 persen dan rata-rata nasional yang mencapai 8,47 persen pada tahun yang sama.
Capaian tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Kemiskinan yang dipimpin Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly, S.Psi., di Aula Bappedalitbang pada Jumat (02/10/2026).
Tren penurunan kemiskinan di Tanah Datar terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2021, tingkat kemiskinan tercatat 4,54 persen, kemudian turun menjadi 4,26 persen pada 2022 dan 4,16 persen pada 2023. Angka tersebut sempat naik menjadi 4,28 persen pada 2024, sebelum kembali turun cukup signifikan menjadi 3,59 persen pada 2025.
Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai program penanggulangan kemiskinan yang dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Capaian tingkat kemiskinan Tanah Datar yang berhasil kita tekan hingga 3,59 persen pada tahun 2025 ini merupakan bukti nyata dari efektivitas program-program terintegrasi yang telah dijalankan,” ujar Ahmad Fadly.
SELANJUTNYA HAL. 2






























