Terindikasi Pemahaman Terorisme, Perlu Dilakukan Pendekatan Persuasif

0
349

Sabana Kaba, Tanah Datar–Kasubdit Bina Masyarakat BNPT (Badan Nasional Penanggulanan Teroris) Kolonel Sus Drs.Solihuddin Nasution menegaskan, generasi muda maupun masyarakat lainnya yang sudah mendapat pemahaman terorisme perlu dilakukan pendekatan secara petsuasif dan tidak gegabah dalam mengembalikannya ke jalan yang benar.

Baca juga : Dinilai Tim Propinsi, TP PKK Taluak Bertekad Persembahkan Terbaik

Penegasan tersebut diungkapkan Solihuddin, ketika memberikan sambutan dalam kegiatan Lomba Video Pendek dan Diskusi Film bertema Kita Indonesia yang diikuti perwakilan pelajar dari berbagai SMA/SMK/MA di Tanah Datar yang digelar salah satu hotel terkemuka di Batusangkar, kamis (12/3).

Dikatakan, BNPT tidak bisa sendiri dalam penanggulangan teroris, justru itu BNPT mesti bersinergi dan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat, guru dan Pemerintah Kabupaten dan Kota.

Lebih lanjut Kolonel Solihuddin menyebutkan jika selama ini informasi yang didapatkan BNPT tetkait kelompok maupun individu yang terpapar paham radikal merupakan informasi yang bersifat parsial. BNPT menghimpun informasi tersebut dari TNI/Polri, Pemda dan kementrian agama, serta sumber lainnya.

“Tidak mungkin BNPT mengcover informasi (orang/kelompok terpapar radikal) seluruh indonesia. Makanya dalam undang undang itu bagaimana tugas dan fungsi kita masing masing, dan dilaksanakan secara bersama sama. Intinya, data data orang yang punya paham radikal seluruh indonesia kita miliki,” ungkap Solihuddin.

Ia juga mengatakan, jika orang orang yang terpapar paham radikal di Sumatera Barat tidak sebanyak di Sumatera Utara dan wilayah Pulau Jawa. Solihuddin juga membuka ruang bagi perangkat daerah dan aparat keamanan untuk memiliki data BNPT yang nantinya dapat dipergunakan sebagai bahan pendampingan dan antisipasi.

“Tapi kalau dibutuhkan (data) saya bisa save ke aparat disini, untuk mendampingi dan mengantisipasi rekan rekan kita yang sudah memiliki pemahaman dan rekan rekan kita yang sudah keluar penjara tapi masih memiliki paham radikal,” ungkapnya.

BNPT menilai, anak usia remaja atau pelajar sangat rentan terpapar paham radikal. Terlebih, anak muda yang diusianya tengah melakukan pencarian jati diri.

“Anak muda diharapkan dapat membedakan, ini mengarah ke paham radikal atau tidak. Radikal yang dimaksudkan radikal terorisme. Lewat adek adek lah, sebagai duta di Sumbar yang menyampaikan, minimal ke keluarga dan temannya,” kata Solihuddin

Sementara Bupati Tanah Datar diwakili Kepala Kesbangpol Irwan, S.Sos, M.Si dalam sambutanya menyampaikan, saat ini kita masih sedang dihadapi masalah keamanan dan kenyamanan masyarakat, seiring dengan perkembangan dimensi kehidupan dan dinamika perkembangan kehidupan dan Politik.

Perkembangan tersebut dikhawatirkan akan menjadi konflik horizontal dan vertikal dimasyarakat. Bagi Pemerintah Tanah Datar, radikalisme saat ini menjadi momok dan ancaman bagi kedaulatan negara NKRI ini. Radikalisme dapat berkembang apabila seseorang mempunyai pemikiran yang sempit dan kurang memahami suatu ajaran.

“Maka melalui kegiatan yang positif ini dengan menggandeng para pelajar untuk mencegah dan mengantisipasi munculnya perkembangan Redikalisme terhadap generasi muda. Generasi muda harus paham dan mengerti serta menjunjung tinggi nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila,” kata Irwan.(WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here