SABANA KABA, Padang—Anggota DPR RI Komisi XIII Ir.M.Shadiq Pasadigoe, SH, MM temui Gubernur Sumbar H.Mahyeldi Ansharullah di Gubernuran, Selasa (07/02/2025), sebagai tindak lanjut dari aspirasi masyarakat Kecamatan Batipuh Selatan (Batsel) tentang penolakan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Suryaa) di Danau Singkarak.
BACA JUGA : Curi Dua Unit Mesin Bajak, Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku dalam Waktu Relatif Cepat
Kehadiran M.Shadiq Pasadigoe Gubernuran didampingi oleh Tenaga Ahli Nasrul A, S.Sos.I, MM dan diterima langsung oleh Buya Mahyeldi didampingi Kepala Dinas ESDM Provinsi Sumatera Barat Ir. Herry Martinus, M.M dan Reido Deskumat.
Pertemuan M Shadiq Pasadigoe, menyampaikan hasil penyerapan aspirasi dan sekaligus menyerahkan surat dari Forum Anak Nagari Batipuh Selatan ke Gubernur Sumbar, Buya Mahyeldi Ansharullah.
M.Shadiq Pasadigoe ketika dihubungi usai pertemuan dengan Gubernur Sumbar mengatakan, pada dasarnya kita menyampaikan surat permohonan masyarakat Kecamatan Batipuh Selatan, terutama perwakilan dari masing-masing nagari untuk melakukan audiensi, terkait Rencana Pembangunan PLTS di Danau Singkarak.
“Alhamdulillah, kehadiran saya bersama Nasrul.A yang juga putra Kecamatan Batipuh Selatan disambut baik oleh bapak gubernur dan beliau mengatakan akan menjadwalkan pertemuan tersebut dalam waktu dekat,” kata M.Shadiq Pasadigoe dari Fraksi Partai Nasdem ini menambahkan.
Seperti diberitakan media ini sebelumnya, sejumlah perwakilan tokoh masyarakat dari 4 nagari di Kecamatan Batipuh Selatan telah menggelar pertemuan dengan Anggota DPR RI M.Shadiq Pasadigoe di Ruang Pertemuan Kantor Camat Batipuh Selatan, Senin 23 Desember 2024.
Menurut perwakilan masyarakat, dengan akan didirikannya proyek PLTS dikawasan Danau Singkarak, dijadikan proyek Strategis bagi Pemerintahan Pusat. Namun bagi masyarakat Salingka Danau Singkarak, jelas merusak mata pencaharian atau ekonomi warga sekitar, karena kehidupan masyarakat yang bersumber menangkap ikan terhambat sama sekali.
Tokoh Masyarakat Batipuah Selatan Can Amalo, mewakili masyarakat dalam kesempatan tersebut mengatakan, kami sangat menolak pembangunan PLTS di wilayah Singkarak, dengan banyak alasan, terutama ikan banyak yang akan hilang, sehingga mata pencaharian akan terganggu serta kemiskinan akan bertambah di wilayah ini.(WD)































