Kuliner Sala Baraia, Makanan Khas Padang Laweh Malalo Enak dan Bermakna

0
1344
Bupati Tanah Datar Eka Putra mencoba memasak Sala Baraia

SABANA KABA, Tanah Datar—Digelarnya Program Unggulan Satu Nagari Satu Event Kabupaten Tanah Datar untuk kesekian kalinya, ternyata memunculkan nama kuliner baru yang belum banyak dikenal orang. Tak tanggung-tangung Panitia Pelaksana cukup bijak juga mengambil tema, Pesona Sala Baraia Padang Laweh Malalo tahun 2023.

BACA JUGA : Tontong Diguguah, Alek Nagari Pesona Sala Baraia Padang Laweh Malalo Dimulai

Semulanya para pengunjung event banyak yang bertanya bahkan meduga-duga seputar Sala Baraia, ada saja yang mengartikannya positif dan ada juga yang mengartikannya dengan seulas senyum. Yang jelas, usai dibuka secara resmi oleh Bupati Tanah Datar Eka Putra dilanjutkan dengan makan bersama.

Tentu saja acara makan bajamba di Pado Park Padang Laweh di Pinggir Danau Singkarak ini menyajikan kuliner yang diberi nama Sala Baraia. Semua tanda tanya yang bermain di kepala masing-masing terjawab sudah. Ada semacam kuliner yang mungkin tidak ditemukan di tempat lain dan rasanya enak sekali.

SAYANG DILEWATKANBukhari Dt.Tuo, SE : Pelebaran Jalan Malalo Bisa Diperjuangkan, Bila Tanah Dibebaskan

Sebelumnya, Ketua KAN Padang Laweh Malalo Bukhari Dt. Lelo Marajo mengungkapkan, Sala Baraia terdiri dua suku kata yakni Sala berarti goreng dan Baraia berarti air. Makanan ini merupakan salah satu kuliner khas yang biasanya dihidangkan masyarakat nagari Padang Laweh Malalo di akhir pekan mulai hari Jumat sampai hari pasar pada Selasa.

“Masakan ini terlahir karena sulitnya hidup dimasa lalu, sudah menjadi kebiasaan turun temurun bagi kaum ibu dan menjadi kebanggaan masyarakat Padang Laweh Malalo yang pada saat ini ditampilkan kembali pada kegiatan Satu Nagari Satu Event,” katanya.

Bukhari mengungkapkan, untuk memasak makanan khas tersebut para kaum ibu hanya menambahkan satu sendok minyak goreng, garam dan lauk pauk seadanya kepada sambal goreng yang telah di masak beberapa hari sebelumnya yang kemudian di masak lagi dengan mencampurnya dengan air.

“Alhamdulillah, makanan khas ini tetap terjaga dan terus menjadi kebiasaan dan kebanggaan masyarakat kami, melalui event ini bisa ditampilkan sehingga masyarakat lain bisa tahu dan merasakan masakan khas daerah kami ini secara langsung. Terima Kasih kepada pemerintah daerah dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini,” pungkasnya.

Senada hal itu, penasehat perantau IKMAL Fahri Ahmad menyampaikan perantau sangat mendukung program pemerintah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat dengan mengangkat Pesona Sala Baraia sebagai salah satu daya tarik pariwisata di Padang Laweh Malalo selain dari destinasi lainnya.

“Nagari Padang Laweh Malalo sangat kaya akan destinasi wisata yang telah terkenal, namun daerah kami ini juga memiliki ikon buah-buahan seperti pokat dan sawo dan juga memiliki 21 warung kuliner khas masyarakat Malalo, untuk itu diharapkan dukungan Pemerintah Daerah menjadikan Nagari Padang Laweh Malalo sebagai tujuan destinasi wisata unggulan di Tanah Datar tentunya berkolaborasi bersama masyarakat secara terpadu,” ujarnya.

Anggota DPRD Sumbar Bukhari Dt.Tuo, SE minta kepada masyarakat Padang Laweh Malalo agar makanan khas ini tetap dipertahankan atau jangan sampai hilang akibat banyaknya kuliner baru di pasaran. Wisatawan datang ke Malalo, bukan sekedar memburu keindahan objek wisata semata, tetapi juga “tadagak” akan kuliner “Sala Baraia” yang hanya ada disini. (WD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here