SABANA KABA, Tanah Datar—Ditengah-tengah jatuh bangunnya usaha kuliner di berbagai daerah saat ini, ternyata usaha kuliner sandwich alias roti bakar Aroma masih tetap bertahan, bahkan senatiasa ditunggu kedatangannya setiap pekan oleh pecinta kuliner di berbagai pasar tradisonal di Kabupaten Tanah Datar Luhak Nan Tuo.
BACA JUGA : Dihadapan Anggota DPD RI di Senayan, Senator Abdul Hamid Suarakan Riau Menjadi Daerah Istimewa
Pengusaha Sandwich Aroma Muhammad Asli (50 tahun) ketika diemui di Pasar Rabu Padang Ganting, Rabu (21/05/2025) mengatakan, usaha sandwich atau roti bakar sudsh ditekuni sejak pulugsn tahun silam ysng di mulai di lapsngan Cindua Mato untuk Kabupaten Tanah Datar.
“Kini kita lebih cendrung berjualan ke pasar-pasar tradisonal di beberapa kecamatan di Kabupaten Tanah Datar, agar lebih dapat menjangkau pecinta kuliner lebihbdekat dan lebih bayak lagi,” kata Muhammad Asli hampir setiap berangkat dari Kota Batusangkar nenuju balai tempat ia berjualan.
Ia menjelaskan, untuk berjualan roti bakar ini boleh dibilang setiap hari kita lakukan, kecuali hari Kamis kita gunakan untuk istirahat. Hari Minggu di Pasar Minggu Saruaso Kecsmatan Tanjung Emas, Senin di Simabur Kecamatan Parianan, Selasa Koto Tangah Kecamatan Tanjung Emas, Rabu di Padang Ganting, Jum’at Turawan dan Sabtu di Balai Tanjuang Barulak.
“Dari sejumlah balai yang dikunjungi, di Pasar Rabu Padang Ganting dan Pasar Minggu Saruaso tingkat penjualan agak lebih baik dari pasar tradisional lainnya,” tutur Asli yang nengaku sudah memiliki empat anak masing-masing satu perempuan, satu wanita, satu padusi dan satu lagi cewek alias perempuan semua.
Ia tidak membantah, jika roti bakar yang dijualnya termasuk mahal, karena dijual dalqm bentuk harga Rp.3.000,- dan Rp.8.000,- per roti. Tetapi, karena citra rasa yang berbeda dengan kuiner lainnya, hingga sekarang tetap disukai banyak orang, termasuk anak-anak.
Seorang pembeli wanita yang mengaku berasal dari Kota Padang Panjang dan menikah dengan warga Jorong Koto Alam Nagari Padang Ganting mengaku telah mengenal Muhammad Asli sejak 20 tahun silam.
“Saya mengenal bapak ini sudah sejak 20 tahun lalu di Lapangan Cindua Mato Batusangkar, ketika saya belajar di SMA Muhammaddiyah Batusangkar. Hingga sekarang saya tetap nembeli roti bakar yang dijual beliau,” sambung wanita ini tampa menyebutkan namanya.(WD)






























