Wamen ATR/BPN Ossy Minta Strakom Bersifat Informatif, Edukatif, Partisipatif, dan Transformasional

0
269

SABANA KABA, Jakarta—Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Biro Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol menggelar Sosialisasi Strategi Komunikasi, Informasi Publik dan Layanan Pengaduan secara daring pada Senin (21/07/2025).

BACA JUGA : Teka-teki Siapa Sekda Tanah Datar Terjawab Sudah, Bupati Tanah Datar Promosikan Kepala Dinas PMD PPKB

Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan saat membuka sosialisasi tersebut menekankan pentingnya strategi komunikasi publik (Strakom) yang tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga edukatif, partisipatif, dan transformasional.

“Komunikasi publik Kementerian ATR/BPN tidak cukup hanya menyampaikan berita seremonial penyerahan sertipikat atau merespons isu di media, tetapi juga harus secara bertahap membangun kepercayaan publik, mendidik masyarakat tentang hak dan layanan yang bisa mereka akses, serta menjadi jembatan antara negara dan rakyat dalam pelaksanaan tugas dan fungsi kementerian. Jadi, informatif, edukatif, partisipatif, dan transformasional,” ujar Wamen Ossy dalam sambutannya.

Saat ini, Kementerian ATR/BPN memiliki dua wajah dalam praktik komunikasi publiknya. Di satu sisi, daerah-daerah seperti Kantor Wilayah (Kanwil) dan Kantor Pertanahan (Kantah) cukup aktif dan proaktif. Namun di sisi lain, komunikasi yang dilakukan masih cenderung reaktif dan belum terintegrasi secara strategis.

Oleh karena itu, Wamen Ossy menilai sosialisasi kehumasan perlu dilakukan secara berkala dan berkelanjutan untuk mendorong perbaikan dan penguatan di semua lini. Terlebih, dalam menghadapi era banjir informasi, ia menggarisbawahi pentingnya pengelolaan persepsi publik.

“Hari ini, yang menang bukan lagi siapa yang paling keras bersuara, tapi siapa yang paling dipercaya. _Trust_ dari masyarakat harus kita bangun. Karena begitu kepercayaan itu ada, akan lebih mudah bagi kita menyampaikan informasi dan menjalankan komunikasi publik,” ujar Wamen Ossy.

SELANJUTNYA HAL 2 :