Oleh : WIRMAS DARWIS, SE
Bila dilihat dari berbagai sosok Wartawan Mesin Ketik Tanah Datar, ternyata berangkat dari latar belakang yang beranekaragam, mulai dari pengangguran, PNS dan Wiraswasta. Sementara sosok yang kita tampilkan hari ini adalah Kasdi Ray, SH yang sebelumnya petinju terkenal di Luhak Nan Tuo dan Sumatera Barat pada umumnya.
Jauh berjalan banyak dilihat,lama hidup banyak dirasa.Hidup itu penuh misteri rezeki maut sudah ada yang mengatur, itulah sisi kehidupan Kasdi Ray yang dilahirkan di Bukitinggi 27 Juli 1966, Wartawan Mingguan Rakyat Sumbar dan media online Jurnal Minang untuk daerah Kabupaten Tanah Datar ,semasa kecil hingga remaja dihabiskan di SDN 3 Ateh Ngarai,SMP PSM Bukittinggi,SMKN 1 Payakumbuh ,hingga S1 Ilmu Hukum di UMMY Solok tahun 2003.
Ketika masih aktif menjadi petinju cukup rajin berlatih tinju, dengan tekun hasilnya cukup memuaskan mulai berlatih di Sasana Tinju Agam Tiger Bukittinggi tahun 1984 yang dibina Marlis.
Memulai naik ring sebagai petinju mengikuti eksibisi tinju amatir di Hall Ateh Ngarai Bukittinggi tahun 1985 menang KO atas petinju Kota Padang ,kemudian ikut Porda 1 Sumbar tahun 1986 di Padang kelas Layang Ringan 45 kg mewakili Kabupaten Agam meraih medali perak.
Keinginan meningkatkan keahlian cabang olahraga tinju cukup besar, Kasdi Ray remaja kemudian pergi berlatih di Surakarta sembari mengikuti kakak Supardi yang bekerja di Monomen Pers Nasional.
Dengan modal nekat lalu pindah ke sasana Tinju Putra Tauladan Kebumen 1986 yang dilatih Hang Hatoyo ,setelah digebleng latihan 2 kali sehari serta ilmu yang didapat serasa cukup kemudian pulang dari Kebumen kerumah di asrama Kodim 0304 Sapiran Birugo Bukittinggi.
Menjelang tahun 1987 mengikuti seleksi tim Porda 2 sumbar di bukittingi dan berhasil menang KO atas lawannya, kemudian bergabung dengan sasana Tinju Mersi (Merapi Singgalang ) dibawah binaan Daniel berhasil meraih medali emas pada Porda II Sumatera Barat di Bukittinggi.
Dalam kesempatan sekaligus menerima tropi dari Gubernur Sumbar Hasan Basri Durin predikat petinju pavorit Kelas Layang 48 kg, .kemudian tahun 1988 mengikuti Kejurda Tinju Amatir di Payakumbuh kembali meraih medali emas di kelas terbang 51 kg .
SELANJUTNYA HAL. 2































