Cendekiawan Padang Ganting Gelar FGD, Pembahasan Mengarah kepada Peningkatan Kapasitas Irigasi

0
867

SABANA KABA, Tanah Datar—Cendiekiawan Nagari Padang Ganting Kecamatan Padang Ganting, baik yang berdomisili di kampung maupun yang di rantau, menggelar FGD (Focus Grup Discuttion) tentang Peningkatan Produksi Padi melalui Peningkatan Kapasitas Irigasi di Aula Kantor Wali Nagari Padang Ganting, Senin (11/08/2025).

BACA JUGA : Konsistensi Sampaikan Informasi, Iconomics Berikan Penghargaan Popular Government kepada Kementerian ATR/BPN

Diskusi dengan moderator Prof.Dr.Engg.Ir.Febrin Anas Ismail, MT ini dihadiri Anggota DPRD Sumbar Hj.Ir.Neldaswenti, M.Si serta intansi terkait dari Provinsi Sumbar seperti dari Balai Wilayah Sungai Sumatera V Sumbar, Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar serta, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Sumbar serta Dinas PUPR dan Pertanahan Tanah Datar.

Anggota DPRD Neldaswenti dalam kesempatan tersebut mengatakan, permasalahan irigasi yang terjadi di Nagari Padang Ganting membutuhksn kolaborasi pihak, baik di tingkat provinsi maupu di tingkat kabupaten dan nagari.

“Saya sebagai wakil rakyat di DPRD Sumbar menyatakan siap untuk berkolaborasi, termasuk memperjuangkan anggaran pembiayaan melalui Dana Pokir, agar permasalahan serius dapat teratasi kedepannya,” kata Neldaswenti menambahkan.

Namun demikian, lanjut Neldaswenti dari Fraksi PPP putra nagari Padang Ganting ini berharap kepada instansi terkait, tolong dibantu pembuatan anggaran serta kewenangan pengerjaan sesuai dengan peraturan yang berlaku, sebab salah masuk dalam penganggaran bisa pula menjadi permasalan di belakang hari.

Sementara Wali Nagari Padang Ganting Harmansyah dalam kesempatan tersebut menyebutkan ada tiga point penting yang perlu penangan serius dalam waktu dekat. Pertama menyangkut pertanian, yakni irigasi untuk pengairan sawah masyarakat, mengingat dengan kondisi sekarang Jorong Koto Gadang Hilir dan Koto Alam belum menikmati secara memadai.

“Kemudian, menyangkut masalah sampah yang perlu dibuatan tempat pembuangannya, kita sudah coba menjalinkan kerja sama dengan pemilik tanah, dengan kondisi 75 persen rampung serta permasalahan lainnya tentang pariwisata, termasuk Istana Tuan Kadhi yang sudah tidak bisa dipakai lagi,” tutur Wali Nagari Harmansyah.(WD)